Perut Keroncongan, Meski Memalukan Tapi Ternyata Mekanisme Sehat Tubuh Kita

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 26 Februari 2026 | 16:30 WIB
Perut keroncongan kadang membuat malu, namun ternyata itu mekanisme sehat tubuh kita. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Perut keroncongan kadang membuat malu, namun ternyata itu mekanisme sehat tubuh kita. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Hampir semua dari kita pernah mengalami perut “krucuk-krucuk” alias perut keroncongan. Apalagi saat puasa Ramadhan ini.

Meskipun kadang bikin malu, apalagi jika suaranya terdengar keras dan sedang berada di tempat umum, namun perut keroncongan itu justru baik bagi tubuh kita.

Perut keroncongan itu bahasa medisnya disebut dengan nama borborygmi. Ini adalah bunyi gemuruh, sering terdengar seperti suara “krucuk-krucuk” yang berasal dari saluran pencernaan, terutama lambung dan usus halus.

Suara ini muncul karena gerakan peristaltik di lambung dan usus. Ini adalah gerakan ritmis dari otot lambung dan usus untuk mendorong isi saluran cerna.

Saat lambung kosong, isinya hanya gas dan cairan. Saat itu suara gemuruh tadi terdengar lebih lantang karena tidak ada makanan yang meredam getaran gerakan peristaltik ini.

Mengapa suara perut keroncongan muncul saat perut kosong? Ketika perut kosong (saat puasa misalnya), tubuh akan dalam kondisi mode siap makan.

Saat itulah otak mengaktifkan refleks pencernaan, memicu lambung berkontraksi sehingga udara dan cairan terdorong. Dan mekanisme ini menimbulkan suara.

Secara umum, perut keroncongan memang erat dengan kondisi lapar dan pola makan tertentu, seperti:

Baca Juga: Mengapa Kopi Decaf Pilihan Paling Aman Bagi Kamu yang Punya Masalah Lambung dan Jantung Berdebar?

  1. Saat Puasa

Saat puasa, sudah pasti tidak ada asupan selama 8 – 14 jam. Dalam kondisi ini tubuh akan mengaktifkan pola kontraksi pembersihan yang disebut Migrating Motor Complex (MMC).

MMC ini muncul setiap 90-120 menit saat lambung masih kosong. Ini adalah mekanisme sehat dari tubuh menyapu bersih sisa makanan, lendir, dan bakteri dari lambung ke usus.

Di fase ketiga MMC, kontraksi yang terjadi menguat dan menimbulkan bunyi keroncongan.

Hormon lapar (ghrelin) juga meningkat menjelang waktu makan biasa. Hormon ini akan merangsang motilitas lambung.

Motilitas lambung adalah kemampuan dan pola gerakan otot lambung untuk menerima makanan, mengaduk serta mencampur makanan dengan sama dan enzim, dan mengosongkan isi lambung ke usus halus secara terkontrol.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X