bugar

Bukan Sekadar Lelah: Saat Kepala Berat dan Leher Kaku Jadi Sinyal Tubuh Butuh “Reset”

Jumat, 10 April 2026 | 15:01 WIB
Ilustrasi: Terlalu lama bekerja di depan komputer bisa menyebabkan nyeri leher, neck hump, atau kifosis. (Freepik/8photo)

PejuangKantoran.com - Rasa kepala berat dan leher kaku sering kali dianggap sepele, sekadar efek dari hari yang panjang atau kurang istirahat. Namun, dalam banyak kasus, kondisi ini justru menjadi sinyal halus bahwa tubuh sedang berada dalam kondisi “siaga” terlalu lama.

Dalam istilah sederhana, tubuh belum sempat benar-benar rileks.

Ketika stres, baik fisik maupun mental, terus berlangsung, sistem saraf cenderung bertahan dalam mode waspada. Otot-otot, khususnya di area leher dan bahu, tetap tegang. Sirkulasi darah pun tidak berjalan optimal. Akibatnya, muncul sensasi berat di kepala, kaku di leher, hingga rasa tidak nyaman yang menetap sepanjang hari.

Menurut penjelasan dari dr. Feliani Sp.Ak, Akupunktur Jakarta dalam akun instagramnya, pendekatan sederhana seperti stimulasi titik akupunktur tertentu dapat membantu tubuh keluar dari kondisi tersebut.

Salah satu titik yang direkomendasikan adalah TE5, titik yang dalam praktik akupunktur dikenal berperan dalam membantu melancarkan sirkulasi dan meredakan ketegangan.

Baca Juga: 5 Strategi Mengerjakan Project untuk Mencegah Keteteran dan Nggak Jadi Beban Pikiran

Letaknya cukup mudah ditemukan. Titik TE5 berada di punggung lengan bagian luar, sekitar tiga jari dari lipatan pergelangan tangan, tepat di antara dua tulang lengan. Dengan menekan area ini secara perlahan namun cukup dalam selama satu hingga dua menit, tubuh dapat mulai merespons dengan cara yang mengejutkan.

Sensasi pegal atau sedikit ngilu yang muncul justru menjadi tanda bahwa titik tersebut sedang terstimulasi—dan itu tergolong normal.

Meski terlihat sederhana, stimulasi titik seperti ini bekerja dengan prinsip yang lebih dalam: membantu sistem saraf untuk “turun level”, dari kondisi siaga menuju keadaan yang lebih tenang. Dalam jangka panjang, jika dilakukan secara konsisten, efeknya bisa terasa signifikan—kepala terasa lebih ringan, leher lebih rileks, dan kualitas istirahat pun meningkat.

Baca Juga: Dikira Nggak Profesional, Ternyata Ini Alasan Gen Z Sering Tak Balas Email

Pendekatan ini tentu bukan pengganti penanganan medis, tetapi bisa menjadi langkah awal yang praktis—terutama di tengah rutinitas modern yang sulit memberi ruang bagi tubuh untuk benar-benar beristirahat.

Karena pada akhirnya, tubuh selalu memberi sinyal. Pertanyaannya hanya satu: kita cukup peka untuk mendengarkannya, atau tidak.

Tags

Terkini