Pejuangkantoran.com - Pernah menjumpai orang (atau mungkin kamu sendiri) yang tidak mau makan kol atau kembang kol karena kuatir perut jadi kembung? Ya, ini bukan mitos tapi bisa terjadi pada orang-orang tertentu.
Kembang kol atau kol adalah salah satu makanan yang banyak dijumpai sehari-hari yang termasuk dalam golongan FODMAP. FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, And Polyols) adalah kelompok karbohidrat rantai pendek yang sulit dicerna di usus halus dan mudah difermentasi oleh bakteri usus.
Karena sulit dicerna di usus halus, makanan kategori FODMAP bisa menimbulkan perut kembung, perut bergas, nyeri perut, diare atau konstipasi, dan perut berbunyi (borborygmi).
FODMAP bisa bermasalah karena ada dua mekanisme utama yang menjadi pemicunya, yaitu:
a) Efek osmotik: FODMAP menarik air ke dalam usus. Ini bisa menyebabkan diare.
b) Fermentasi bakteri: Karena tidak terserap sempurna di usus halus, FODMAP masuk ke usus besar. Sisa makanan yang tak terserap usus halus ini lalu difermentasi oleh bakteri. Fermentasi ini menghasilkan gas (hidrogen, metana) yang menyebabkan kembung dan nyeri.
Baca Juga: Daftar Makanan dan Minuman yang Menyebabkan dan Meringankan GERD yang Perlu Kamu Tahu
FODMAP Berbahaya?
Apakah ini artinya FODMAP berbahaya? Secara umum, tidak. FODMAP aman bagi orang sehat.
Bahkan banyak mengonsumsi makanan tinggi FODMAP itu sehat (misal: buah, sayur, kacang). FODMAP juga berfungsi sebagai prebiotik (makanan untuk bakteri baik).
FODMAP menjadi masalah bagi orang yang sistem pencernaannya sensitif.
Orang-orang dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS), sindrom usus sensitif, beberapa kasus SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth) sebaiknya memerhatikan FODMAP. Terutama pada orang dengan IBS, dinding ususnya lebih sensitif terhadap gas dan peregangan, sehingga FODMAP lebih mudah memicu gejala.
Lalu, apa saja makanan yang termasuk dalam kategori FODMAP yang sering kita jumpai sehari-hari? Berikut daftarnya:
- Kelompok Karbohidrat: roti gandum, mi berbasis gandum, pasta, sereal tinggi gandum.
- Kelompok Sayuran: bawang putih, bawang merah, bawang bombay, kol, kembang kol, jamur.
- Kelompok Buah: apel, pir, semangka, mangga (porsi besar), plum.
- Kelompok Produk Susu: susu sapi biasa, es krim, keju lunak tinggi laktosa.
- Lainnya: madu, sirup fruktosa tinggi, permen bebas gula (sorbitol, mannitol).
Lalu, apakah orang-orang tertentu harus menjauhi makanan-makanan tersebut di atas, mengingat sejumlah makanan adalah bumbu dasar masakan Indonesia dan makanan pada umumnya (bawang merah, bawang putih) dan makanan yang sehat?