PejuangKantoran.com - Roti sourdough semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, baik karena cita rasanya yang khas maupun reputasinya sebagai pilihan roti yang lebih sehat dibandingkan roti biasa. Namun, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh jika mengonsumsi sourdough setiap hari?
Menurut sejumlah ahli gizi yang diwawancarai media gaya hidup Martha Stewart, sourdough memiliki beberapa keunggulan nutrisi berkat proses fermentasi alami yang membedakannya dari roti konvensional.
Proses ini melibatkan ragi liar dan bakteri asam laktat yang membantu mengubah struktur adonan sebelum dipanggang.
Baca Juga: Begini Cara Menentukan Program Latihan untuk Mendapat Personal Best di Race Lari Berikutnya
Mendukung Kesehatan Pencernaan
Salah satu manfaat utama sourdough adalah kemampuannya mendukung kesehatan usus. Selama fermentasi, terbentuk senyawa prebiotik yang tetap bertahan meski roti dipanggang.
Prebiotik ini menjadi makanan bagi bakteri baik di saluran pencernaan dan berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Selain itu, fermentasi juga membantu mengurangi beberapa jenis karbohidrat yang sulit dicerna sehingga sourdough sering dianggap lebih ramah bagi sistem pencernaan dibandingkan roti biasa.
Beberapa orang bahkan melaporkan gejala seperti kembung atau rasa tidak nyaman di perut menjadi lebih ringan setelah beralih ke sourdough.
Membantu Penyerapan Nutrisi
Proses fermentasi pada sourdough juga mengurangi kadar fitat, senyawa alami dalam biji-bijian yang dapat menghambat penyerapan mineral tertentu. Dengan berkurangnya fitat, tubuh lebih mudah menyerap nutrisi penting seperti zat besi, magnesium, seng, dan kalsium.
Para ahli menilai inilah salah satu alasan mengapa sourdough sering dianggap memiliki nilai gizi lebih baik dibandingkan roti yang difermentasi secara cepat menggunakan ragi komersial.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Buka Seleksi Direktur Utama BPR Bank Jogja, Usia Maksimal 55 Tahun
Berpotensi Menjaga Kadar Gula Darah Lebih Stabil
Roti sourdough umumnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan roti putih biasa. Asam yang dihasilkan selama fermentasi membantu memperlambat pencernaan pati sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat terjadi lebih lambat dan lebih terkendali.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hasil studi mengenai efek sourdough terhadap gula darah masih beragam. Manfaat ini juga akan lebih optimal jika sourdough dibuat dari gandum utuh (whole grain) yang kaya serat.
Kaya Antioksidan