PejuangKantoran.com - Gelar master saat ini menjadi seperti sebuah lencana kehormatan bagi pemiliknya. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya hingga S2.
Namun, pertanyaan terbesarnya adalah apakah gelar master layak didapatkan demi kemajuan karier?
Jika kamu sedang menimbang-nimbang apakan ingin kembali berkuliah untuk mendapatkan gelar master atau tidak, berikut adalah pro dan kontra yang bisa menjadi bahan pertimbangan.
Pro:
- Pengetahuan yang lebih baik di lapangan
Salah satu alasan terbaik untuk mendapatkan gelar master adalah untuk mendalami suatu subjek melalui kurikulum terstruktur.
Jika kamu memiliki gelar Sarjana di bidang yang sama dan merasa hal itu tidak memberimu cukup landasan untuk mengejar karir, maka mendapatkan gelar master menjadi masuk akal.
Baca Juga: Siap Termellow-mellow dan Tunggu Konser James Arthur di Jakarta!
Meskipun tidak semua jalur karier memerlukan gelar master agar bisa sukses, beberapa industri, termasuk Bisnis, Kesehatan, TI, Pendidikan, dan Sektor Publik, mungkin menawarkan lebih banyak peluang bagi kandidat yang memiliki gelar ganda.
Dengan pengetahuan tambahan, kamu akan mampu memecahkan masalah dan memimpin pekerjaan dengan lebih baik jika diperlukan.
Jika kamu memperlakukan gelar master sebagai investasi, hal itu dapat memberikan hasil yang besar pada gaji dan potensi penghasilan di masa depan.
Selain gaji yang lebih tinggi, kandidat dengan gelar yang lebih tinggi juga dapat memperoleh keuntungan (dan kepercayaan diri) untuk bernegosiasi demi mendapatkan lebih banyak tunjangan, hari libur, dan faktor-faktor lain yang meningkatkan total kompensasinya.
Biaya untuk mendapatkan gelar master mungkin terbayar hanya dalam hitungan tahun, tergantung pada jenis pekerjaan yang kamu dapatkan setelahnya.
- Stabilitas pekerjaan dan potensi mengalami kemajuan
Menurut survei Hasil Pascasarjana, kandidat dengan gelar master lebih mungkin mendapatkan pekerjaan yang memiliki tanggung jawab lebih besar, keterampilan lebih baik, dan pengetahuan lebih banyak.
Jika kamu adalah seseorang yang ingin meraih peluang lebih besar di industri yang diinginkan, maka kembali ke sekolah harus menjadi sesuatu yang dipertimbangkan.
Artikel Terkait
Seorang Ibu Temukan Penyakit Anaknya Lewat ChatGPT, Setelah 17 Dokter Gagal Mendiagnosisnya
Jika Merasakan Toxic Positivity di Tempat Kerja, Apa yang Harus Dilakukan?
Hati-Hati, Kebanyakan Kerja depan Komputer Bisa Kena Kifosis. Apa Itu?
Kalimat Afirmasi Bisa Bikin Mood dan Hari Kamu Lebih Positif, Ini Contoh dari Para Ahli
Kesempatan Bekerja di Bank Dunia: Lowongan Kerja Operations Officer di World Bank Group
Mengungkap 4 Cerita Seru Di Balik Pembuatan Film Saranjana
3 Cara Tetap Bertahan Jalani Pekerjaan yang Tidak Kamu Sukai, Cari Rekan Kerja Senasib!
Beli iPhone 15 Baru? Jangan Lupa Registrasi IMEI kalau Tak Ingin Diblokir Pemerintah
TikTok Shop Resmi Dilarang, Para Penjual Online Kecewa Berat
Siap Termellow-mellow dan Tunggu Konser James Arthur di Jakarta!