PejuangKantoran.com - Rasanya tidak ada orang yang tidak pernah merasakan stres, kelelahan, dan kesedihan saat bekerja. Baik hanya salah satu atau bahkan ketiga-tiganya. Apalagi jika orang tersebut sulit mengelola emosinya yang bisa menimbulkan burnout.
Megan Shen, PhD, profesor di divisi penelitian klinis Fred Hutch Cancer Center di Seattle, Amerika Serikat, mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui kelelahan sebagai kondisi yang dapat didiagnosis.
Sedangkan WHO mendefinisikan burnout sebagai stres di tempat kerja yang tidak terkendali, yang ditandai dengan kelelahan ekstrim dan perasaan negatif terhadap pekerjaan. Semua kondisi tersebut akan mengarah pada penurunan produktivitas.
Baca Juga: Salah Satu Penyebab Burnout: Ketika Pekerjaan Dianggap sebagai Identitas dan Prestise
Apapun penyebabnya, perusahaan tak bisa diam saja ketika karyawan mengalami burnout. Apa yang dapat dilakukan perusahaan agar karyawan tidak mengalami burnout saat bekerja? Ini yang direkomendasikan oleh Megan.
1. Perusahaan harus memberikan dukungan yang diperlukan
Banyak tempat kerja memiliki kebijakan yang memperbolehkan orang mengambil cuti ketika menghadapi masalah pribadi, atau sebagai respons terhadap stres yang berlebihan.
Namun, Megan menyebut bahwa kebijakan itu hanya bisa dilakukan jika pekerjaan disusun untuk memungkinkan terjadinya stres.
Ini karena memberi seseorang pilihan untuk mengambil cuti ketika mereka memiliki proyek besar untuk diselesaikan, cukup riskan dilakukan.
Perusahaan seharusnya tidak boleh memaksa karyawan untuk memilih antara menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, atau mengurus kesejahteraannya sendiri terlebih dahulu.
“Jadi, perusahaan harus memikirkan cara mengatur tim sedemikian rupa sehingga memungkinkan karyawannya untuk tetap bisa mengambil hari libur,” katanya.
2. Ciptakan hubungan yang bermakna
Penelitian menunjukkan, kesepian berakibat buruk bagi kesehatan mental dan fisik. Bahkan, bisa memperpendek umur dan menimbulkan kebiasaan buruk, seperti makan berlebihan atau merokok.
Jadi, perusahaan perlu menemukan cara untuk menciptakan hubungan bermakna dengan karyawan sebagai bagian dari rutinitas kerja.
Baca Juga: Physiological Sigh, Saat Menghela Napas Saja Sudah Bisa Membantumu Meredakan Stres
Artikel Terkait
Filmmaker Indonesia Ungkap Pentingnya Berpartisipasi dalam Festival Film International
Kelemahan ChatGPT Saat Membantu Pencari Kerja Mendapatkan Pekerjaan Impian
Pendaftaran CPNS dan PPPK 2023 pada Hari Terakhir BIsa Memicu Server Down. Diperpanjang atau Tidak?
Daripada Bilang 'Saya Tidak Bisa' pada Bos, Lebih Baik Sampaikan dengan Bahasa Korporat Seperti Ini
Kamila Andini: Gadis Kretek Jadi Satu-satunya Serial Non Korea yang Diputar di Busan Film Festival
Buat yang Di Bali, Ada Lowongan Kerja Social Media Manager di Bikago, Kerobokan, Nih!