Bekerja dengan Metode Sprint, Cocok buat Orang yang Mudah Terdistraksi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 10 Oktober 2023 | 18:47 WIB
Ilustrasi: Metode sprint sangat membantu orang yang mudah terdistraksi dengan bekerja dalam serangkaian waktu yang lebih singkat. (Freepik/People Creations)
Ilustrasi: Metode sprint sangat membantu orang yang mudah terdistraksi dengan bekerja dalam serangkaian waktu yang lebih singkat. (Freepik/People Creations)

Jika kamu kesulitan mengetahui berapa banyak waktu yang diperlukan untuk setiap bagian tugas, lebih baik jangan menggunakan pengatur waktu sama sekali.

Sebagai gantinya, berkomitmenlah untuk hanya bekerja dalam mode sprint hingga tugas selesai.

Salah satu elemen terpenting dari pendekatan ini adalah tetap fokus pada jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Jadi, matikan ponsel kamu, dan hindari gangguan lainnya.

Yang perlu diingat saat menggunakan metode sprint

Karena tujuanmu bukan hanya bekerja dalam jangka waktu yang telah ditentukan, tetapi juga menyelesaikan tugas tertentu, kamu dapat (dan harus) bekerja sekeras yang kamu bisa. Tetapi, tak usah terlalu fokus pada berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Menyelesaikan tugas secara penuh secara sprint akan memberimu perasaan puas yang mungkin akan hilang jika lebih mengandalkan waktu daripada hasil.

Jika kamu merasa terganggu oleh pengatur waktu saat berusaha fokus, dan merasakan itu sebagai hambatan, metode sprint memungkinkanmu untuk lebih fokus pada tugas.

Baca Juga: Tips Agar Lebih Fokus dan Tak Mudah Terdistraksi saat Kerja, Biar Hasilnya Lebih Maksimal

Waktu jeda harus setengah dari waktu sprint

Lalu, hal lain yang perlu diingat adalah jangan berhemat pada saat jeda. Betapa pun lamanya waktu yang kamu perlukan untuk melakukan tugas kecil, berikan dirimu separuh waktu tersebut untuk pulih sebelum melanjutkan ke tugas berikutnya.

Jika diperlukan waktu 30 menit untuk mengerjakan sebuah tugas, beri waktu jeda selama 15 menit sebelum mengedit.

Ingat, ini adalah lari cepat, bukan maraton. Jadi, prioritaskan waktu cepat dan periode pemulihan sebelum kembali melakukan tugas yang cepat lainnya. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Lifehacker

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X