Karyawan Muda Dihadapkan pada Pilihan Kerja Hybrid atau Kerja Senin-Kamis, Apa Pilihan Mereka?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 4 November 2023 | 20:08 WIB
Gen Z dihadapkan pada pilihan untuk bekerja dengan system hybrid atau bekerja di kantor selama empat hari. (Pexels/Helena Lopes)
Gen Z dihadapkan pada pilihan untuk bekerja dengan system hybrid atau bekerja di kantor selama empat hari. (Pexels/Helena Lopes)

PejuangKantoran.com - Selama ini, hari kerja yang umum berlaku di banyak kantor adalah lima hari, dari Senin sampai Jumat. Namun, kemungkinan hal itu akan mengalami perubahan.

Saat ini, 92% anak muda mengatakan bahwa mereka lebih menginginkan kerja selama empat hari saja dalam seminggu. Bahkan, jika mereka harus melepaskan fasilitas profesional lainnya, mereka tetap rela melakukannya.

Paling tidak, itulah hasil yang didapatkan dari survei Bankrate terbaru yang dilaporkan oleh CNBC Make It.

Baca Juga: NewJeans Jadi Girlband Korea Pertama yang Akan Tampil di Pembukaan League Of Legends Worlds

Lalu, pengorbanan terbesar apa yang rela dilakukan oleh para profesional muda ini? Salah satunya mengucapkan selamat tinggal pada Work from Home (WFH) dan hybrid.

Menurut hasil survei, sepertiga dari Gen Z dan pekerja milenial mengatakan bahwa mereka bersedia kembali ke kantor sepenuhnya atau Work From Office atau WFO, asalkan  mendapat satu hari ekstra di akhir pekan mereka.

Fakta yang cukup mengejutkan

Jika kamu masih ingat, beberapa waktu lalu saat banyak pemilik perusahaan meminta karyawannya untuk kembali WFO, banyak terjadi penolakan. Khususnya dari kaum Gen Z yang  sudah terbiasa bekerja dari rumah atau mana saja sejak awal pandemi.

Saat banyak CEO dan pemimpin senior mendorong karyawannya untuk bekerja di kantor lagi, tidak sedikit karyawan yang sudah terbiasa WFH atau hybrid tidak sependapat dengan wacana tersebut.

Ini karena Gen Z dan generasi milenial sangat menghargai kerja sistem WFH atau WFA, bahkan hybrid. Laporan Deloitte baru-baru ini menyebutkan, tiga perempat dari mereka yang bekerja dengan sistem tersebut akan berpikir untuk mencari pekerjaan baru jika atasan meminta untuk full WFO.

Baca Juga: Chicco Kurniawan Bangga Sekaligus Cemas, Film Seperti 13 Bom Di Jakarta Bisa Dibuat di Indonesia

Namun, sekarang semua itu sudah berubah.

Generasi muda saat ini rela WFO demi hari kerja yang lebih pendek. Survei Bankrate bahkan mengatakan bahwa mereka juga akan melakukan pengorbanan tambahan untuk itu.

Di antaranya, bekerja dengan jam kerja yang lebih panjang (48%), berganti pekerjaan atau perusahaan (35%), bekerja di akhir pekan atau malam hari (27%), bahkan menerima potongan gaji (13%).

Namun, ternyata tidak hanya Gen Z atau kaum milenial saja yang mulai tertarik dengan hari kerja yang lebih lebih pendek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Entrepreneur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X