Data Specialist biasanya berfokus pada aspek yang lebih teknis dari Analisis Data, seperti mengembangkan algoritma, menulis kode, atau bekerja dengan database. Mereka mungkin juga perlu memiliki keterampilan ilmu komputer yang kuat.
Sementara Data Analyst biasanya berfokus pada interpretasi dan penyajian data. Mereka dapat menggunakan alat bantu seperti spreadsheet dan software statistik untuk menganalisis data dan membuat laporan.
Baca Juga: Kenapa Kamu Mengantuk Setelah Makan? Ini Jawabannya!
5. Gaji
Gaji rata-rata Data Analyst di Indonesia adalah Rp5.014.752 per bulan. Namun, dilaporkan gaji paling tinggi ada di Tangerang, yaitu sebesar Rp9.030.057 per bulan. Sementara di Jakarta adalah Rp6.799.653 per bulan.
Lalu, gaji rata-rata Data Specialist lebih besar, yakni Rp6.443.994 per bulan. Namun, pekerjaan ini masih terbilang jarang di Indonesia, jika dibandingkan dengan Data Analyst.
Jadi, kamu lebih berminat menjadi Data Specialist atau Data Analyst? (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Data Scientist dan Data Analyst, Dua Profesi yang Lagi Banyak Dicari (Berapa Kisaran Gajinya?)
6 Keterampilan yang Wajib Dimiliki untuk Menjadi Data Scientist, Kamu Juga Bisa Pelajari!
Jadi Data Scientist Tak Harus Punya Gelar Pendidikan Lho, Ini Caranya!
Butuh Waktu Berapa Lama untuk Menjadi Data Scientist? Ini 6 Fase yang Harus Dilalui
Apa Tanggung Jawab Data Scientist sebagai Jantung di Bisnis Google, dan Berapa Gajinya?
Tingkatkan Wawasan, Ini Skill yang Harus Dimiliki untuk Menjadi Data Scientist di Google!
Ini Jobdesk Engineer dan Analyst, Sama-Sama Bekerja dengan Data tapi Beda Fokus