Ketidakjelasan dalam resume atau selama wawancara kerja dapat menandakan kurangnya keterampilan atau pengalaman yang sebenarnya. Ketidakmampuan untuk memberikan detail spesifik dapat membuat manajer perekrutan mempertanyakan kualifikasi kandidat.
Ingat, membesar-besarkan tanggung jawab menjadi hal yang paling sering dilakukan oleh pelamar yang berbohong.
Baca Juga: Cara Membuat Spotify Wrapped 2023 yang Lagi Happening di Media Sosial! Jangan Ketinggalan.
Perubahan harus dimulai dari para pemberi kerja
Untuk menghentikan kebohongan dalam CV atau surat lamaran ini, para perekrut harus bisa mendorong pelamar untuk lebih jujur. Langkah pertamanya adalah dengan memperbarui detail dalam deskripsi pekerjaan mengenai budaya kerja dan kebutuhan perusahaan.
Jangan menulis deskripsi kerja yang hanya menarik pelamar terbaik. Sebaliknya, tulislah deskripsi pekerjaan yang merangkul talenta dan keahlian yang berbeda, yang dapat membantu perusahaan untuk berkembang.
Berikan kesempatan pada talenta yang sedang berkembang dan tawarkan pelatihan yang kompetitif di tempat kerja untuk menciptakan karyawan yang akan membuat perusahaan sukses.
Jika rekruter tidak mencari kandidat yang “sempurna”, maka kemungkinan besar pelamar juga tidak akan berbohong di CV atau surat lamarannya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Kenapa Kamu Harus Nego Gaji Saat Offering dan Jangan Asal Terima?
Data Specialist dan Data Analyst Memang Sama-Sama Mengurusi Data, tapi Apa Beda Tugasnya?
6 Cara Negosiasi Gaji saat Ditawari Pekerjaan, Jangan Lupa Riset Dulu dan Sampaikan Alasannya!
Menurut Kamu, Kantor Sepi atau Kantor Bising yang Bikin Kita Lebih Mudah Konsentrasi?
5 Tipe Manajer yang Dibutuhkan Setiap Perusahaan, dari yang Kreatif sampai yang Pencari Bakat
Contoh Jawaban dari Pertanyaan Emotional Quotient yang Biasa Diajukan saat Wawancara Kerja
7 Istilah di Dunia Kerja yang Cenderung Jadi Norma Baru, Karyawan Harus Lebih Peka