7 dari 10 Pelamar Berbohong di CV atau Melebih-lebihkan Kemampuan, Saat Wawancara Baru Ketahuan!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 30 November 2023 | 19:27 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 7 dari 10 pelamar kerja sekarang ini cenderung berbohong mengenai kemampuannya di CV. (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Sebanyak 7 dari 10 pelamar kerja sekarang ini cenderung berbohong mengenai kemampuannya di CV. (Freepik/Drazen Zigic)

Ketidakjelasan dalam resume atau selama wawancara kerja dapat menandakan kurangnya keterampilan atau pengalaman yang sebenarnya. Ketidakmampuan untuk memberikan detail spesifik dapat membuat manajer perekrutan mempertanyakan kualifikasi kandidat.

Ingat, membesar-besarkan tanggung jawab menjadi hal yang paling sering dilakukan oleh pelamar yang berbohong.

Baca Juga: Cara Membuat Spotify Wrapped 2023 yang Lagi Happening di Media Sosial! Jangan Ketinggalan.

Perubahan harus dimulai dari para pemberi kerja

Untuk menghentikan kebohongan dalam CV atau surat lamaran ini, para perekrut harus bisa mendorong pelamar untuk lebih jujur. Langkah pertamanya adalah dengan memperbarui detail dalam deskripsi pekerjaan mengenai budaya kerja dan kebutuhan perusahaan.

Jangan menulis deskripsi kerja yang hanya menarik pelamar terbaik. Sebaliknya, tulislah deskripsi pekerjaan yang merangkul talenta dan keahlian yang berbeda, yang dapat membantu perusahaan untuk berkembang.

Berikan kesempatan pada talenta yang sedang berkembang dan tawarkan pelatihan yang kompetitif di tempat kerja untuk menciptakan karyawan yang akan membuat perusahaan sukses.

Jika rekruter tidak mencari kandidat yang “sempurna”, maka kemungkinan besar pelamar juga tidak akan berbohong di CV atau surat lamarannya. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Workable

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X