PejuangKantoran.com - Salah satu momen yang dikhawatirkan karyawan setiap tahun adalah saat appraisal atau penilaian karyawan, yang merupakan feedback dari perusahaan. Saat penilaian karyawan, perusahaan seharusnya juga memberikan feedforward.
Orang mungkin lebih mengenai feedback daripada feedforward. Padahal, feedforward merupakan cara terbaru untuk membuat penilaian karyawan.
American Psychology Association mengartikan feedforward sebagai pemberian informasi yang dapat digunakan untuk meramalkan kinerja seseorang, kelompok, produk, atau sistem sehingga penyesuaian dapat dilakukan untuk menghindari masalah sebelum terjadi.
Perubahan dari sekadar memeriksa dan menilai pekerjaan karyawan di masa lalu—yang dilakukan dengan feedback—ini dimaksudkan untuk mendorong dan memberikan karyawan jalan yang jelas untuk berkembang, serta menetapkan harapan yang konstruktif.
Feedforward bisa membuat sesi peninjauan ulang tidak lagi hanya tentang memeriksa kegagalan dan lebih berfokus pada potensi karyawan dengan perusahaan dan usahanya di masa depan.
Hal ini juga dapat meningkatkan retensi dan membuat karyawan bertahan lebih lama dalam pekerjaannya.
Kapan istilah feedforward tercipta?
Feedforward pada awalnya diciptakan oleh Peter Dowrick pada 1970-an. Ia adalah seorang profesor studi disabilitas, yang kemudian melihat dampak psikologis dari feedforward di berbagai disiplin ilmu.
Sama seperti feedback yang telah lama menjadi landasan proses peninjauan karyawan, feedforward juga bisa memberikan hasil yang optimal.
Baca Juga: Jadwal Debat Capres Cawapres 2024: Ada Lima Kali Debat, Cek di Sini !
Jenis komunikasi ini bisa menginspirasi pertumbuhan kinerja, meningkatkan keterlibatan dan hubungan karyawan, serta memberikan tujuan atas pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari.
Cara menggunakan feedforward yang paling efektif
Dengan berfokus pada feedforward, tujuan manajemen dan karyawan dapat dirumuskan dengan cara yang lebih positif dan tidak terlalu konfrontatif.
Lewat feedback, karyawan bisa mendapatkan pengakuan atas pekerjaan yang telah dilakukannya dengan baik.
Artikel Terkait
6 Cara Negosiasi Gaji saat Ditawari Pekerjaan, Jangan Lupa Riset Dulu dan Sampaikan Alasannya!
Menurut Kamu, Kantor Sepi atau Kantor Bising yang Bikin Kita Lebih Mudah Konsentrasi?
5 Tipe Manajer yang Dibutuhkan Setiap Perusahaan, dari yang Kreatif sampai yang Pencari Bakat
Contoh Jawaban dari Pertanyaan Emotional Quotient yang Biasa Diajukan saat Wawancara Kerja
7 Istilah di Dunia Kerja yang Cenderung Jadi Norma Baru, Karyawan Harus Lebih Peka
Ingin Melakukan Career Switch dan Mencoba Bidang Pekerjaan Lain? Pikirkan Dulu Hal Ini!
7 dari 10 Pelamar Berbohong di CV atau Melebih-lebihkan Kemampuan, Saat Wawancara Baru Ketahuan!