“Akhirnya, saya membuat buku panduan karyawan yang mencakup bagian ‘Kesopanan di Luar Jam Kerja’. Saya memetakan jam kerja yang diharapkan dari tim dan situasi apa saja yang mengharuskan adanya interupsi pada jam-jam tersebut,” jelas Emily.
3. Karyawan yang maunya kerja sendiri
Karyawan ini memiliki tekad yang kuat, semangat yang tinggi, dan jelas memiliki kepintaran. Namun, sejak hari pertama sudah menyatakan bahwa dirinya lebih suka bekerja sendiri.
Masalahnya, dalam perusahaan yang bekerja bersama tim, cara kerjanya tidak seperti itu. Setiap karyawan harus berkolaborasi untuk menangani setiap aspek kontrak klien secara memadai.
Baca Juga: Jika Ingin Cepat Naik Jabatan, Cobalah Mulai Membuat Individual Development Plan. Apa Itu?
Emily bilang, “Jadi saya bertukar pikiran dengan manajer saya untuk membuat alur kerja. Kami mengadakan pertemuan kelompok untuk meninjau diagram alur, dan saya menjelaskan bahwa mengikuti diagram alur itu tidak bersifat sukarela.”
Cara ini bisa membuat karyawan yang suka kerja sendiri memahami bahwa dirinya harus mengikuti protokol seperti orang lain. Karyawan seperti ini harus diajak berlari dengan karyawan lainnya.
4. Karyawan yang suka mengeluh
Karyawan yang suka mengeluh mungkin sebenarnya pintar, tetapi karena terlalu sering menyampaikan keluhannya secara rinci akhirnya membuat sakit kepala orang yang mendengarnya.
Karena karyawan problematik ini sebenarnya pintar dan mau belajar, Emily memutuskan untuk mengajari karyawan itu cara menyelesaikan masalahnya sendiri dan bukan meminta bantuan dari orang lain.
Karyawan ini bisa diberikan tugas singkat untuk mulai mengirimkan email berisi penjelasan masalah secara singkat, dan mencantumkan setidaknya tiga cara yang akan ia lakukan untuk mengatasinya.
Baca Juga: Separuh dari Pekerja Shift Malam Mengalami Masalah Kelainan Tidur, Kebanyakan Karyawan Muda
“Dengan cara ini, saya tidak hanya mengurangi sakit kepala yang saya rasakan, tetapi juga membuat karyawan belajar cara mengatasi masalahnya sendiri,” ujarnya.
Pesan Emily adalah jika atasan berhadapan dengan karyawan bermasalah dan sedikit lebih menantang, tanyakan pada diri sendiri apa yang bisa dilakukan untuk memajukan profesionalisme karyawan dan bermanfaat bagi atasan. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Bertanya saat Wawancara Kerja Boleh, tapi Jangan Bertanya Tentang Hal Ini!
Mengasah Pisau, dari Hobi dan Kebutuhan, Terbitlah Cuan
5 Skill Set yang Diperlukan Product Manager untuk Membangun Loyalitas Pelanggan dan Produk Diterima Pasar
Agar Tidak Kecewa, Begini Cara Menyampaikan bahwa Karyawan Belum Siap untuk Dipromosikan
3 Hal yang Harus Ditingkatkan Agar Kamu Pantas Mendapatkan Promosi Jabatan
Jika Ingin Cepat Naik Jabatan, Cobalah Mulai Membuat Individual Development Plan. Apa Itu?
5 Tanda Kamu Membutuhkan Virtual Assistant atau Executive Assistant!