6 Alasan Mengapa Karyawan Resign Setelah Naik Jabatan, Nomor 4 yang Paling Ngenes Sih!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 9 Januari 2024 | 16:33 WIB
Ilustrasi: Ada beberapa alasan mengapa karyawan resign setelah naik jabatan, salah satunya karena burnout. (Freepik)
Ilustrasi: Ada beberapa alasan mengapa karyawan resign setelah naik jabatan, salah satunya karena burnout. (Freepik)

Kurangnya pengakuan

Karyawan yang loyal dan pekerja keras mungkin merasa bahwa mereka harus bekerja lebih keras lagi untuk meyakinkan perusahaan bahwa mereka layak naik jabatan.

Oleh karena itu, promosi jabatan harus disertai dengan pengakuan terhadap dedikasi dan kontribusi karyawan, tambah Cheri Fisher, rekruter di RFP Success Company.

Baca Juga: Cara 'Halal' Tingkatkan Kemungkinan Lolos Tes CPNS 2024 dan Jaminan Cepat Naik Pangkat!

“Ketika mereka merasa kurang dihargai atas kerja keras mereka, mereka akan berkecil hati dan mulai mencari peluang baru di mana upaya mereka benar-benar dihargai dan dihargai, sehingga membuat mereka menjauh dari organisasi mereka saat ini,” ujarnya.

Overworking

Naik jabatan sering disebut sebagai sebagai pengembangan karir yang positif, padahal sebenarnya kamu hanya diharapkan mengerjakan 10 pekerjaan yang digabungkan menjadi satu. Hal ini tidak beda dengan quiet promotion.

"Penyelubungan jabatan yang mewah ini menyebabkan burnout,” kata Laura Mazzullo, pendiri perusahaan rekrutmen East Side Staffing.

“Para karyawan mengambil peran ini dengan optimisme, namun ternyata mereka kekurangan staf, terlalu banyak bekerja, dan kekurangan sumber daya.”

Tidak ada yang berubah

Meskipun naik jabatan kesannya menggembirakan, kadang-kadang sebenarnya tidak ada yang benar-benar berubah. Hal ini biasanya terjadi di tempat kerja yang tidak memiliki rencana atau struktur pertumbuhan perusahaan yang solid.

“Promosi sering terasa seperti antiklimaks, karena pada kenyataannya meskipun ada perubahan kecil seperti kenaikan gaji, atau tanggung jawab baru, lingkungan dan budayanya tidak berubah,” kata James Congdon, pendiri spesialis agen perekrutan With Frontier.

Baca Juga: Terpaksa Harus Buang Air Besar di Kantor, Tak Perlu Malu Lagi dan Jangan Ditahan Karena Bahaya Buat Kesehatan

Mengejar gaji lebih tinggi di tempat lain

Ini alasan paling umum ketika seorang karyawan resign setelah naik jabatan. Saat wawancara dengan perusahaan lain, kamu bisa mengatakan bahwa gaji kamu sebesar X (sesuai jabatan yang baru). Harapannya, di tempat yang baru kamu bisa mengejar gaji lebih tinggi lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Worklife

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X