Karyawan China yang Resign Gara-gara Join 600 Grup Chat, Butuh 3 Jam untuk 'Left Group'

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 28 Januari 2024 | 17:00 WIB
Ilustrasi chat. /Pixabay
Ilustrasi chat. /Pixabay

PejuangKantoran.com - Seorang karyawan China memutuskan buat resign setelah menghabiskan waktu untuk menjawab 600 chat dalam grup obrolan singkat. 

Keberaniannya untuk keluar dari 600 chat dan keluar kerja ini membuat banyak orang tersentuh. 

Wanita yang berani resign setelah tergabung dalam 600 grup chat tersebut, bermarga Tang, bekerja di sebuah perusahaan yang mendesain pusat perbelanjaan di Nanchong, provinsi Sichuan di barat daya China. 

Dia memiliki banyak grup di WeChat, aplikasi media sosial paling populer di negara itu, karena ratusan klien bisnis kecil yang memerlukan perhatian individu.

Pekerjaan Tang meliputi pemeriksaan dan penandatanganan desain untuk setiap toko, dan bergabung dengan grup obrolan menjadi cara berkomunikasi bagi semua pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

Baca Juga: Melihat Indonesia di Mata Perupa,” Kreativitas dan Harapan Seniman Lokal untuk Indonesia

Dia mengatakan dia diharapkan selalu ada  “24 jam sehari” untuk menanggapi pesan dari kelompok tersebut. Ini sangat menegangkan buatnya.

Bukan cuma itu, dia juga tak bisa lepas dari laptopnya ketika dia keluar untuk bersosialisasi, dia membawa laptop dan selalu siaga untuk menjawab pertanyaan dari klien. Bayangkan betapa tak tenang hidupnya. 

Setelah dia berhenti dari pekerjaannya awal bulan ini, Tang menghapus semua grup obrolan kantornya, sebuah proses yang memakan waktu tiga setengah jam.

“Setelah keluar dari semua grup itu, saya merasa cukup santai. Begitu banyak grup obrolan kerja yang secara eksplisit menunjukkan kesulitan di tempat kerja,” kata Tang.

Kisahnya telah dilihat 9 juta kali di Douyin saja dan telah menghasilkan diskusi besar di media sosial daratan.

Baca Juga: 3 Cara Menghindari Cedera Karena Kelamaan Bekerja, Hati-hati Kesehatanmu

“Pekerjaannya mencekik. Ini adalah pengalaman penyiksaan mental,” komentar seseorang.

“Jika saya jadi dia, mental saya pasti sudah jatuh,” yang lain bersimpati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Metro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X