PejuangKantoran.com - Mencari pekerjaan bukan hal yang mudah. Banyak orang yang mengirimkan begtu banyak CV, dan tidak dipanggil wawancara kerja, bahkan tidak mendapatkan balasan apa pun.
Ada banyak alasan mengapa kamu tidak dipanggil wawancara kerja, dari penggunaan sistem pelacakan pelamar dan AI yang menenggelamkan CV kamu, hingga PHK massal yang membuat para rekruter kewalahan.
Namun, pakar karir Courtney Johnson mengatakan bahwa mungkin ada beberapa alasan mengapa kamu tidak dipanggil wawancara kerja. Setelah itu, apa yang harus kamu lakukan?
Berikut ini beberapa perubahan yang bisa dilakukan pencari kerja untuk meningkatkan kesempatan mereka mendapat panggilan wawancara kerja. Intinya bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras dalam pencarian kerja.
1. Tidak mengoptimalkan resume untuk setiap deskripsi pekerjaan
Ketika kamu mengirimkan puluhan lamaran pekerjaan saat ini, siapa yang punya waktu untuk mengedit ulang resume untuk setiap lamaran pekerjaan tersebut?
Baca Juga: Demi Ali Topan: Jefri Nichol Meniru Game Tekken, sementara Axel Matthew Thomas Kepanasan
Jujur, mengedit resume atau CV itu butuh waktu. Itulah mengapa Johnson menyarankan agar robot yang melakukannya.
"Cara yang sangat mudah untuk melakukannya adalah dengan memasukkan resume Anda ke ChatGPT," ujarnya.
"Lalu masukkan deskripsi pekerjaan ke ChatGPT, dan minta ChatGPT untuk mengoptimalkan resume Anda berdasarkan kata kunci dalam deskripsi pekerjaan."
2. Resume tidak dioptimalkan untuk sistem pelacakan pelamar atau ATS
Baca Juga: Akal-akalan Singapura yang Bikin Taylor Swift Tidak Menggelar Konser di Negara Asia Tenggara Lainnya
Terlalu naif kalau kamu mengira CV-mu akan diseleksi langsung oleh rekruter, atau bahwa ia tidak suka melihat penampilanmu sehingga kamu tidak lolos seleksi tahap awal.
Sebagian besar perusahaan saat ini sudah menjalankan sistem pelacakan pelamar (applicant tracking system/ATS) untuk menyaring resume-resume yang masuk berdasarkan kata kuncinya.
Artikel Terkait
Kerja 4 Hari dalam Seminggu, Benarkah Hari Kerja yang Pendek di Kantor Bisa Naikkan Produktivitas Karyawan?
Starbucks China Ciptakan Latte Gurih dari Espresso Dicampur dengan Saus Babi Rebus Dongpo
Ulasan Pasar Saham: Investor Asing Lebih Suka Pemimpin Baru yang Lanjutkan Kebijakan Pemerintah Sebelumnya
Pemerintah Jepang Bakal Terapkan Background Check Catatan Kriminal 20 Tahun Terakhir untuk Calon Pekerja yang Berhubungan dengan Anak
Lelaki Milenial Korea Selatan Kian Banyak Urus Rumah Tangga, Tak Lagi Jadi Pejuang Kantoran, Tidak Aktif secara Ekonomi Pula
Korea Selatan Butuh 110.000 Tenaga Kerja Pengasuh Anak Profesional gegara Perilaku Generasi Milenial
WHO: Rokok Membunuh 8 Juta Orang Tiap Tahun