PejuangKantoran.com - Terkadang, ada banyak masalah yang muncul di kantor. Tapi banyak orang yang ogah ambil cuti tahunan gara-gara terlalu 'sayang cuti.'
Padahal, boleh lo pakai cuti kalau kamu lagi nggak mood kerja atau lagi sedih. Nah di China, satu perusahaan menambah topik cuti spesifik untuk cuti karena merasa sedih atau tak bahagia.
Tapi untuk menerapkan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik dalam budaya kantor, seorang pemilik bisnis yang berbasis di China mengumumkan sepuluh cuti tambahan sesuai kebijaksanaan karyawannya, yang bertujuan untuk melawan tren jam kerja panjang, yang umum terlihat di negara tersebut.
Baca Juga: Siap-siap, Kemensos Bakal Buka 40.839 Posisi untuk ASN di 2024 untuk Berbagai Posisi
Selama Pekan Supermarket Tiongkok 2024 bulan lalu, perusahaan Pang Dong Lai, yang merupakan bisnis jaringan ritel yang berlokasi di provinsi Henan Tiongkok, melihat pengumuman yang agak tidak biasa dari pendiri dan ketuanya Yu Donglai. Dia mengumumkan secara terbuka bahwa karyawan di jaringan tersebut berhak atas cuti dan tunjangan tambahan pada saat karyawan tidak dalam kondisi mental atau emosional terbaik.
Donglai memberikan advokasi atas nama karyawannya dengan mengatakan jika mereka tidak bahagia, mereka tidak perlu datang bekerja dan mengambil 'cuti karena tidak bahagia atau unhappy leave.'
Pengumuman ini disampaikan pada China Supermarket Week yang merupakan konferensi enam hari yang bertujuan untuk mempromosikan pertumbuhan dan perkembangan supermarket Tiongkok dengan mempertimbangkan semua tantangan terkini selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Kristina Esmeralda, Kartini Penjaga Energi Hijau Indonesia
Upaya Pang Dong Lai untuk menghilangkan budaya 'semua bekerja dan tidak bermain'
Menurut bos Pang Dong Lai, karyawan harus menentukan cara istirahat mereka sendiri dan perusahaan harus mendorong praktik ini karena tidak hanya akan meningkatkan semangat kerja karyawan tetapi juga meningkatkan produktivitas, selain mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang signifikan.
Selain itu, sang bos juga telah menyatakan cuti ini tak boleh ditolak. Penolakan cuti oleh manajemen akan dianggap sebagai pelanggaran. Karyawan dapat mengambil cuti ini sesuai kebijakan mereka sendiri, kata South China Morning Post.
Tiongkok selalu dilanda masalah terkait jam kerja yang panjang sehingga menghambat semangat kerja karyawan, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi kerja mereka. Langkah ini disambut baik di media sosial,
Pang Dong Lai, yang merupakan jaringan ritel yang berbasis di Tiongkok, dipimpin oleh ketua pendirinya Yu Donglai, yang baru-baru ini mengumumkan 'cuti untuk hari yang tak membahagiakan' bagi karyawannya.
Baca Juga: Orang di Kantor: Teman atau Kolega? Bisakah Rekan Kerja Jadi Teman?
Artikel Terkait
Kelebihan dan Kekurangan Bekerja di Industri Retail, Cek Apakah Sesuai dengan Kepribadianmu!
77% Karyawan Terkena Dampak “Quiet Cutting”, Taktik Atasan Memaksa Karyawan untuk Resign
Melihat Tugas-tugasnya, Ini Skills yang Paling Diperlukan untuk Bekerja di Industri Retail
6 Tanda Kamu Ditakdirkan Menjadi Pemimpin, yang Belajar dari Pengalaman dan Menghadapi Kesulitan
Duh Besok Sudah Kerja Lagi, Ini Cara Atasi Post Holiday Blues!
3 Ciri Curriculum Vitae yang Tidak Disukai Rekruter, yang Bikin CV Kamu Nggak Bakal Lolos!
Sekarang, Google Photos Dilengkapi Fitur Editing AI seperti Magic Eraser dan Photo Unblur
Sudahkah Menginstal "Safe Exam Browser" untuk Tes Online Tahap 1 Rekrutmen Bersama BUMN?
Orang di Kantor: Teman atau Kolega? Bisakah Rekan Kerja Jadi Teman?
8 Konsep Jepang untuk Meningkatkan Produktivitas Di Tempat Kerja, dari Kaizen hingga Ikigai