“Mungkin leluconmu suka gagal, tapi kamu hangat dan orang-orang merasa nyaman berada di dekatmu. Kamu mungkin tidak menguasai lima bahasa, tetapi keterampilan spreadsheet Excel kamu nggak ada lawan.”
Kalau kamu butuh bantuan untuk menemukan kelebihanmu, mintalah pendapat orang-orang di sekitarmu tentang apa yang paling mereka kagumi dari kamu.
“Ini akan meningkatkan ketahanan kamu dan membantu membuka mata kamu terhadap seberapa besar kontribusimu kepada orang-orang di sekitar, dan seberapa besar mereka menghargai kamu dan kekuatanmu,” tulis penulis buku Sovereign (2024) ini.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Keterampilan Berpikir Analitis tanpa Perlu Gelar di Bidang Data Science
“Saya tidak akan berubah, inilah saya”
Psikolog dan penulis Cortney Warren mengatakan, kalau kamu terpaku pada kalimat ini, “Saya tidak akan berubah” atau “Inilah saya,” itu artinya kamu membatasi diri untuk belajar.
“Orang dengan kecerdasan emosional rendah sering kali lebih kaku, dan akan menolak upaya untuk berubah atau berkembang,” kata Warren.
“Keyakinan yang kuat itu penting, tetapi keterbukaan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru juga penting.”
Kapan-kapan kalau kamu mendapat masukan dari atasan, Warren menyarankan untuk menjawab begini, “Saya perlu memikirkan apa yang Bapak/Ibu katakan. Saya ingin terbuka terhadap masukan tentang diri saya, meskipun sulit untuk didengar.”
Artikel Terkait
Ini Kebiasaan Orang Indonesia Saat Akses Podcast
Maudy Ayunda Tergerak Jadi Produser Film KHD karena Kecintaannya untuk Selalu Belajar
Kesenjangan Upah Berbasis Gender Di Singapura Mengecil, Perempuan Makin Berpeluang Jadi Pemimpin
5 Orang Terkaya di Asia Tahun 2024, Ada Pengusaha Indonesia di Antara Pebisnis India dan China
Indeks Tren Kerja 2024 : 83 Persen Pekerja di Asia Pasifik Memakai AI di Kantor
Memahami Kemampuan Berpikir Analitis, Skill yang Amat Dibutuhkan dalam Banyak Bidang Pekerjaan
4 Alasan Kita Perlu Memiliki Keterampilan Berpikir Analitis, dan Apa Manfaatnya bagi Karir Kita