Karena itu, hindari kalimat seperti: “To whom it may concern.” Beberapa contoh yang bagus adalah:
“Colleagues of the Faculty of Economic Sciences …”
“Members of The Admissions Committee….”
“University of ….”
Baca Juga: Karyawan Elon Musk, Shivon Zilis, Lahirkan Anak Ketiganya bersama Bos Tesla Tersebut
Isi surat rekomendasi
Surat rekomendasi harus memuat unsur-unsur berikut:
Alasan: Orang yang merekomendasikan kamu akan menjelaskan alasan mengapa kamu mengajukan permohonan beasiswa tersebut, dan secara eksplisit menyebutkan program yang dia rekomendasikan kepada kamu.
Siapa dia dan bagaimana dia mengenalmu: Orang yang merekomendasikan kamu harus menyebutkan posisinya, institusi tempat dia bekerja, dan hubungannya denganmu.
Misalnya:
“As a teacher of the course of International Relations of the National University …”
“Ardi was my student for the class of…”
Deskripsi program atau pekerjaan: Referensi harus menempatkan pembaca tentang sifat program atau pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang dia rekomendasikan. Dengan cara ini, berikan makna penting yang layak.
Baca Juga: Apa Itu Loud Learning dan Apa Manfaatnya Buat Pekerja Profesional?
Misalnya:
“The Mechanical Engineering program requires about 20 hours of study…."
“Teamwork is essential to develop these activities….”
“It’s a position with a lot of responsibility since….”
Alasan mengapa ia merekomendasikanmu: Terkait dengan yang sebelumnya, di sini orang yang merekomendasikan kamu perlu menggambarkan kepribadian, akademik dan/atau keterampilan profesionalmu yang menjadikan kamu kandidat ideal untuk program beasiswa yang kamu kejar.
Misalnya:
Artikel Terkait
Logo HUT Kemerdekaan RI Ke-79 Rancangan Inggrid Wenas Diluncurkan, Simak Makna dan Filosofinya!
Amaaan… Scaling Gigi Bisa Pakai BPJS Kesehatan, Begini Cara Mengakses Layanan secara Gratis
MTVNews.com Menghapus Situs berikut Kontennya, Puluhan Ribuan Artikel Tak Bisa Diakses Lagi
Hong Kong Kota Termahal bagi Pekerja Asing, Kota Mana yang Termurah Biaya Hidupnya?
Begini Kronologi Kejadian Staf HRD yang Meneriaki Calon Karyawan sebagai “Sampah”
Buntut Insiden HRD Berteriak “Sampah”, Benarkah ZIK Dipecat dan IMD Malah Diterima Bekerja?
Semula Disebut Dipecat, Ternyata Begini Status Staf HRD yang Memaki “Sampah” pada Calon Karyawan