Banyak situs kerja juga berguna untuk membangun jejaring yang dapat membuka peluang kerja, tambah Haller.
Setelah lowongan tersedia
Haller mengungkapkan beberapa fakta mengenai perekrut yang memposting pekerjaan palsu: Dari perusahaan yang mencantumkan lowongan palsu, 84% mengatakan mereka selalu atau kadang-kadang menghubungi pelamar yang mengirimkan lamaran.
Sedangkan dari perusahaan yang menghubungi pelamar, 85% mengatakan mereka tetap melanjutkan dan mewawancarai kandidat, meskipun bukan untuk penerimaan dalam waktu dekat.
Baca Juga: 3 Kebiasaan Sehari-Hari yang Bikin Orang Jepang Panjang Umur dan Bahagia, Kata Penulis Ikigai
“Dalam banyak kasus, orang-orang tersebut diperhatikan, dan mereka bisa dipekerjakan di masa depan,” kata Haller, sambil menambahkan bahwa rekrutmen dilakukan setelah lowongan tersedia, atau mungkin jika perekrutan berikutnya tidak berhasil.
“Intinya adalah, seringkali kalau kamu tertarik dengan perusahaan tersebut dan kamu pasangan yang cocok, maka ketika ada sesuatu yang tersedia, mereka akan menghubungimu,” tambahnya. “Mungkin memang tidak hari ini.”
Namun, pada titik ini, Haller mengatakan para pencari kerja harus mempertimbangkan apakah mereka ingin bekerja di perusahaan yang menyediakan pekerjaan dan merekrut lowongan dengan cara tersebut.
Tentu saja, Haller berkata, “Kejujuran akan menjadi skenario yang jauh lebih baik.”
Artikel Terkait
Vietjet Masuk Daftar 50 Perusahaan Terbaik dari Forbes Vietnam
Jangan Panik, Begini Cara Menghadapi Anggota Tim yang Tahu Lebih Banyak daripada Kamu
Bedakan Karyawan Tipe Generalis dan Spesialis, Kalau Kamu Termasuk yang Mana?
Sama-sama Dibutuhkan Perusahaan, Ini Kelebihan dan Kekurangan Generalis dan Spesialis
Baru 13 Jam Dirilis, Single Baru Jimin BTS “Smeraldo Garden Marching Band” Raih Peringkat 1 iTunes
Kalau Mau Ngopi Gula Aren Enak, Simpan dengan Cara yang Benar! Ini Langkahnya
Daftar Perusahaan Paling Berkelanjutan 2024 Versi Majalah Time