PejuangKantoran.com - Tidak perlu disangkal lagi, kepemimpinan memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah tim atau perusahaan.
Kepemimpinan yang efektif dapat mengarahkan perusahaan menuju pertumbuhan dan kesuksesan.
Sedangkan kepemimpinan yang tidak efektif biasanya sering gagal fokus pada tugas yang paling penting, berpindah dari satu hal ke hal lain dan kehilangan produktivitas dalam prosesnya.
Baca Juga: Beasiswa LPDP Longgarkan Batas Usia Maksimum untuk Para Dosen Tetap dengan NIDN
Kurangnya fokus dan perhatian terhadap detail juga dapat menyebabkan kesalahan yang merugikan.
Jika leader tidak efektif dalam bekerja, seluruh tim akan menderita. Semakin besar timnya, semakin besar potensi kerusakannya, dan semakin besar pula kerugian yang ditimbulkan akibat kepemimpinan yang buruk.
Yaroslav Kologryvov, salah satu pendiri dan CBDO PLATMA, sebuah platform otomasi bisnis, menyebutkan lima kebiasaan leader yang tidak efektif saat bekerja dan malah merepotkan diri sendiri.
1. Membuang-buang waktu yang terbatas. Kologryvov mengatakan, para pendiri perusahaan sering menghabiskan (atau menyia-nyiakan) 70% waktunya untuk tugas-tugas rutin.
Akibatnya mereka mengesampingkan inisiatif strategis yang bisa mereka lakukan untuk mendorong inovasi dan kesuksesan.
Siklus tersebut bisa menyebabkan pemimpin kehilangan semangat dan menghentikan usaha-usaha yang tadinya menjanjikan.
Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Judul Film Bertema Formula 1 yang Dibintangi Brad Pitt
Ia menyarankan untuk mendelegasikan tugas-tugas yang menyita waktu, melakukan outsourcing, atau menerapkan otomatisasi.
2. Tidak membuat prioritas. Kologryvov menjelaskan, banyak pemimpin yang kerepotan sendiri karena kegagalan mereka dalam membuat prioritas.
“Membuat prioritas itu sangat penting, dan aturan 80/20 harus menjadi prinsip panduan: mana 20% beban kerja Anda yang memberikan 80% hasil?” ujarnya.
Terapkan kerangka prioritas yang telah diujicoba seperti Matriks Eisenhower. Bagi tugas menjadi empat kuadran: mendesak, penting, tidak mendesak, dan tidak penting.
Artikel Terkait
Apa Salah Satu Kekuatan Terbesar Gen Z yang Bikin Resah Generasi yang Lebih Tua?
127 Penerima Beasiswa Fulbright 2024 akan Berkumpul di Jakarta untuk Persiapan Keberangkatan
Jokowi Sahkan UU Cuti Melahirkan 6 Bulan, Ibu yang Cuti Melahirkan Tak Boleh Dipecat!
Begini Tampilan Jersey Tim Indonesia Rancangan Didit Hediprasetyo untuk Olimpiade Paris 2024
Justin Bieber Tiba di Mumbai untuk Tampil di Pernikahan Anant Ambani dan Radhika Merchant
Hasyim As'yari Dipecat Jadi Ketua KPU Karena Asusila, Simak Aturan Kepegawaian Soal Pelanggaran Asusila
Lowongan Kerja Social Media Marketing (Seller/Merchant) di Lazada