4 Alasan Mengapa Atlet Bisa Menjadi Karyawan yang Lebih Baik, Lihat Saja Buktinya!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 19:01 WIB
Nic Fink, perenang AS peraih medali perak 100 meter gaya dada di Olimpiade Paris 2024, memiliki gelar master di bidang teknik komputer dan elektro. (Instagram @finknic)
Nic Fink, perenang AS peraih medali perak 100 meter gaya dada di Olimpiade Paris 2024, memiliki gelar master di bidang teknik komputer dan elektro. (Instagram @finknic)

PejuangKantoran.com - Banyak pemimpin terkemuka di dunia ternyata punya latar belakang penggila olahraga. Meg Whitman (mantan presiden dan CEO eBay), Samuel Palmisano (mantan presiden, CEO, dan chairman IBM), Lara Abrash (chairman Deloitte), Walter Robb (mantan co-CEO Whole Foods), adalah beberapa di antaranya.

Sebaliknya, Nic Fink -perenang peraih medali perak 100 meter gaya dada di Olimpiade Paris 2024- memiliki gelar master teknik komputer dan elektro dan sehari-hari bekerja di Quanta Utility Engineering Services, Dallas, AS.

Hal itu menimbulkan pertanyaan yang menggelitik: apa yang membuat olahraga menjadikan atlet sebagai karyawan yang baik?

Penelitian psikologis menunjukkan, olahraga membantu anak-anak mengembangkan keyakinan diri bahwa mereka dapat menangani keadaan sulit dan disiplin yang diperlukan untuk bertahan di dunia kerja, asalkan mereka mendapat dukungan yang tepat.

Baca Juga: Daftar Warisan UNESCO Terbaru, Ada 24 Situs yang Ditambahkan

Ada beberapa bukti bahwa dengan pelatihan yang baik, pengalaman atletik bisa menjadi pengalaman formatif yang membentuk ketahanan, kepercayaan diri, dan ketekunan di kalangan remaja.

Hal itu menjadi alasan mengapa atlet bisa menjadi karyawan yang lebih baik, yaitu:

1. Olahraga membuat anak terbiasa dengan tekanan

Olahraga identik dengan tekanan, mulai dari tampil saat latihan, pada saat pertandingan, hingga menerima umpan balik selama pengarahan pasca pertandingan, dan dari kritik di pinggir lapangan.

Terbiasa dengan tekanan atau kadar stres yang tepat bisa membangun ketahanan dan meningkatkan kemampuan kita untuk menangani stres di masa mendatang.

Anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan lebih mampu mengatur emosi mereka.

Baca Juga: Beasiswa Chevening Dibuka Mulai Selasa, 6 Agustus 2024, Cek Syarat Mendaftarnya Di Sini!

Mereka juga mampu memprediksi apakah mereka memiliki tanggung jawab kepemimpinan formal di awal masa dewasa.

2. Atlet percaya bahwa mereka dapat menangani keadaan sulit

Atlet bisa menjadi karyawan yang lebih baik berkat latihan yang rutin, dan kemampuan mengatasi kesulitan di lapangan. Mereka jadi lebih yakin bahwa mereka dapat menangani situasi sulit di masa mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Globe And Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X