Dengan mengetahui siapa lawan bicaramu, kamu bisa menyesuaikan cara berkomunikasi dengan orang tersebut.
Misalnya, saat bertemu klien yang usianya di atas 50 tahun, kamu perlu menyesuaikan bahasa dan gestur agar lebih sopan.
Dengan begitu, kamu dapat membangun hubungan yang baik dengan klien tersebut.
- Berbicara langsung pada intinya
Orang yang berani berbicara di depan umum belum tentu memiliki skill komunikasi yang baik. Bisa saja yang disampaikan justru bertele-tele dan membuat orang lain bosan.
Dalam berkomunikasi yang baik, kamu perlu memikirkan apa yang akan kamu sampaikan ke lawan bicara.
Bayangkan alasan dan tujuanmu berkomunikasi dengan lawan bicara dan inti yang ingin disampaikan.
Apabila cara ini kamu terapkan dengan baik, maka lawan bicara akan memahami apa yang kamu sampaikan.
- Perhatikan nada bicara
Ingat, perhatikan juga nada dan intonasi bicaramu. Nada dan intonasi memengaruhi keinginan orang lain untuk mendengarkan apa yang kamu sampaikan.
Ketika intonasimu terlalu rendah, informasi yang kamu sampaikan bisa saja tidak didengar dengan baik oleh lawan bicara.
Begitu juga kalau kamu berbicara dengan intonasi terlalu tinggi, orang lain bisa salah mengartikan makna dan konteks pembicaraanmu.
- Melatih kejelasan diksi
Diksi atau pemilihan kata yang tepat dapat memudahkan orang lain memahami maksud dari yang kamu bicarakan.
Karena itu, biasakan diri untuk berbicara dengan diksi yang tepat, agar lawan bicara kita tidak salah fokus.
Artikel Terkait
5 Soft Skill yang Perlu Dikuasai Karyawan Gen Z, yang Semuanya Berakar pada Komunikasi!
Tiru Cara Berpikir Sederhana ala Steve Jobs Agar Komunikasi dengan Tim Lebih Efektif
1 dari 4 Karyawan Lebih Suka Komunikasi lewat Chat, Tanda Metode Komunikasi di Tempat Kerja Dipengaruhi Banyak Faktor