Dengan begitu, kamu bisa sukses menarik perhatian calon nasabah/klien.
Jika kamu seorang jobseeker, maka elevator pitch bisa kamu isi narasinya dengan latar belakang pendidikanmu, apa alasan kamu memilih bidang/jurusan tersebut.
Apa visi-misi kamu dalam bidang tersebut dan kira-kira kontribusi apa yang bisa kamu berikan untuk perusahaan tersebut. Jangan lupa, selipkan narasi pengalaman kamu di bidang tersebut untuk lebih meyakinkan si pewawancara.
Elevator pitch tidak hanya berdampak positif bagi perkembangan perusahaan saja. Tapi, juga memberikan nilai tambah bagi diri sendiri, terutama dalam kemampuan komunikasi dan presentasi yang baik.
Oleh karena itu, menguasai metode elevator pitch menjadi sangat penting di dalam persaingan bisnis maupun individu yang makin ketat saat ini.
***
Artikel Terkait
Selalu Gugup Saat Presentasi di Kantor? Coba Lakukan Ini untuk Menguranginya
6 Trik Supaya Presentasi PowerPoint Kamu Tidak Membosankan, Caranya Mudah Kok!
3 Pertanyaan Saat Wawancara Kerja yang Bisa Diajukan Tanpa Menunggu Akhir Interview
Contoh Jawaban Pertanyaan Wawancara yang Menilai Keterampilan Berpikir Kritis Kamu
Pertanyaan Jebakan saat Wawancara Kerja: “Apakah Kamu Bersedia Bekerja Lembur?”
Hindari Bertanya tentang Work Life Balance saat Wawancara Kerja, Ternyata Ini Penyebabnya!
Tanda-tanda Pewawancara Tidak Tertarik Lagi pada Kandidat saat Wawancara Kerja Masih Berlangsung