Aroma Hotel dengan Wewangian yang Khas Berkaitan dengan Scent Marketing. Apa Tujuannya?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 24 November 2024 | 13:15 WIB
Ilustrasi: Aroma hotel yang khas, entah di lobi, kamar, atau kamar mandinya, ada kaitannya dengan scent marketing. (Unsplash/Chesley McCarty)
Ilustrasi: Aroma hotel yang khas, entah di lobi, kamar, atau kamar mandinya, ada kaitannya dengan scent marketing. (Unsplash/Chesley McCarty)

Baru-baru ini, perusahaan Fabrigas membantu menciptakan pengharum khusus untuk toko baru Wayfair di Chicago yang beraroma seperti linen dan rumput yang baru dipotong.

Hal yang sebaliknya terjadi di restoran atau kedai kopi. Tempat-tempat seperti ini justru harus fokus pada aroma aslinya. Resto pizza atau toko roti tentu berharap pelanggan bisa mencium aroma pizza, atau roti yang sedang dipanggang.

Starbucks bekerja keras agar aroma kopinya tidak tercemar oleh makanan dan bau lain di tokonya, karyawan bahkan tidak diperbolehkan memakai wewangian.

PejuangKantoran juga pernah diminta mematikan essential oil yang kami nyalakan karena ingin menghilangkan baru rokok di sini, lho!

Baca Juga: Begini Cara Mengecek DPT secara Online untuk Memastikan Kamu Sudah Masuk Daftar Pemilih Tetap

Untuk tempat lain, teori dasarnya adalah bahwa bau yang khas menjadi sesuatu yang langsung diasosiasikan pelanggan dengan suatu merek.

Indra penciuman kita terhubung ke bagian otak yang terkait dengan memori, seperti deterjen tertentu yang langsung mengingatkan kita saat kita menarik selimut saat kita tiduran karena sakit.

Menggunakan aroma yang khas dapat memperkuat pengenalan merek, dan meningkatkan seberapa baik pelanggan mengingat berbagai aspek suatu produk atau layanan.

Aroma yang wangi juga bisa meningkatkan mood atau suasana hati. Sebuah studi tahun 2021 oleh para peneliti dari Barcelona School of Tourism, Hospitality, and Gastronomy melakukan uji coba di sebuah hotel bintang empat.

Peneliti membandingkan pengalaman tamu di kamar beraroma lavender dan kamar tanpa aroma apa pun. Hasilnya, tamu yang menginap di kamar beraroma menunjukkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menginap di kamar tanpa wewangian.

Studi juga menunjukkan bahwa lingkungan yang beraroma dapat membuat pelanggan bertahan lebih lama di restoran, sehingga mereka menghabiskan lebih banyak uang.

Baca Juga: Obligasi Keberlanjutan Bank BJB Kelebihan Permintaan Hampir 5 Kali Lipat dari Target Awal!

Bagaimana hotel memutuskan aroma yang khas?

Hotel dan resor menghabiskan banyak waktu untuk menyesuaikan citra merek mereka dengan aroma khas, terutama saat ini (meskipun mungkin tetap ada yang mirip dengan wewangian yang populer).

Salah satu alasan mengapa aroma hotel yang wanginya enak adalah karena di sanalah persepsi kebersihan dianggap sakral.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Vox

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X