Reding mengatakan, pihak hotel menginginkan sesuatu yang beraroma segar dan bersih, tetapi cenderung menghindari apa pun yang mungkin mengingatkan orang pada produk pembersih.
Misalnya, aroma Pine Sol yang beraroma lemon akan membuat kita berpikir tentang kamar mandi, atau pel, daripada kebersihan dan wewangian yang mewah yang diinginkan hotel.
Bagi sebagian orang, wewangian hotel adalah kenikmatan penciuman yang ingin mereka ciptakan kembali di rumah mereka sendiri.
Beberapa toko online menjual wewangian hotel dan resor untuk konsumen, atau setidaknya, perkiraan dari wewangian yang mereka buat sendiri.
Baca Juga: Menkomdigi Ajukan Pemblokiran Rekening Terkait Judi Online, Bank Apa Paling Banyak Dipakai Oknum?
Reding mengatakan bahwa ini adalah bagian terbesar dari bisnisnya saat ini. Namun, tidak semua orang menyukai pemasaran wewangian.
Aroma yang wanginya enak atau tidak sangat subjektif, dan orang-orang dengan hidung sensitif hususnya mungkin mengeluh karena tidak dapat menghindari wewangian yang dapat menyebabkan sakit kepala.
Itulah yang membuat scent marketing jadi menantang. “Anda menyebarkannya di tempat umum tanpa persetujuan publik," pungkas Reding.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Beasiswa dan Layanan Kesehatan pada Siswa Penyandang Disabilitas di YPAC
Senyum Karyawan BRI saat Tanggapi Nasabah Disabilitas dengan Bahasa Isyarat Ini Bikin Nyes
Banggaaa... SMK Medika Samarinda dan SMAN 2 Mojokerto Bawa Pulang Trofi AXIS Nation Cup 2024!
Sunarso, Direktur Utama BRI, Raih Penghargaan “The Best CEO” atas Kepemimpinan Transformasi Hijau
Jaguar Punya Logo Baru dengan Warna Pink, Simbol Era Kendaraan Listrik
Ada Yang Harus Dilakukan, Dos, dan Ada yang Harus Dihindari, Don'ts, Saat WFH
Fix, Rabu 27 November 2024 Ditetapkan Jadi Hari Libur Nasional. Jangan Lupa Nyoblos!