Metode Unbossing Membuat Karyawan Lebih Mandiri, Betulkah akibat Posisi Manajer Berkurang?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 26 November 2024 | 22:11 WIB
Ilustrasi: Metode unbossing berawal ketika manajer level menengah banyak yang tersingkir. Betulkah membuat karyawan lebih mandiri? (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Metode unbossing berawal ketika manajer level menengah banyak yang tersingkir. Betulkah membuat karyawan lebih mandiri? (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Keberadaan manajer sebenarnya membantu atau justru menghalangi orang-orang yang diawasinya? Inilah pertanyaan dari tren dunia kerja yang baru: metode unbossing.

Istilah ini merujuk pada metode kepemimpinan yang telah ditiadakan untuk sementara waktu, yang mulai menarik perhatian banyak perusahaan.

Apalagi dengan adanya banyak PHK yang menargetkan pengurangan karyawan di lapisan manajemen yang dianggap tidak perlu. Hal tersebut akan membuat karyawan bekerja dengan cara yang lebih mandiri.

Baca Juga: Pemberdayaan UMKM di Daerah 3T Komitmen BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Bawah

Ini terbukti dengan metode kerja remote dan hybrid yang berpusat pada fleksibilitas dan otonomi kerja banyak orang.

Menurut CEO Novartis, Vasant Narasimhan, metode unbossing dapat membuat karyawan memiliki rasa kepemilikan dan koneksi yang lebih kuat dengan pekerjaan. Hal itu bisa mendorong hasil kerja yang lebih baik.

Perbedaan antara budaya bossing dan unbossing

Salah satu tugas utama manajer bossing adalah mengalokasikan pekerjaan kepada bawahan mereka dan memeriksanya.

"Mereka pada dasarnya percaya bahwa tugas mereka adalah memberi tahu orang-orang apa yang harus dilakukan," kata Josh Bersin, analis industri global dan seorang CEO.

Sementara manajer unbossing lebih lepas tangan dan lebih jarang memeriksa pekerjaan karyawan, sehingga memberi karyawan lebih banyak otonomi atas apa yang dilakukannya selama memenuhi tujuan tim dan perusahaan.

Baca Juga: 10 Istilah Dunia Kerja yang Tak Dipahami Karyawan Gen Z, 'KPI' Nomor 1 yang Dicari di Google

Dalam budaya yang tidak diawasi seperti ini, manajer dapat mengambil lebih banyak kepemimpinan daripada posisi pengawasan.

Manajemen tidak produktif bisa menghambat

Ide unbossing ini muncul ketika manajer di level menengah semakin tersingkir di tengah arus PHK dan reorganisasi perusahaan saat ini.

Apalagi PHK untuk manajer menengah menyumbang 30% pada 2023, naik dari 20% pada 2018, menurut sebuah laporan dari Live Data Technologies.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Worklife

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X