5 Cara Menghadapi Orang yang Suka Ngatur, tanpa Mengatakan Apapun!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 12 Desember 2024 | 09:07 WIB
Ilustrasi: Untuk menghadapi orang yang suka ngatur, abaikan saja semua ucapannya dan palingkan wajah kamu. (Freepik)
Ilustrasi: Untuk menghadapi orang yang suka ngatur, abaikan saja semua ucapannya dan palingkan wajah kamu. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Jika kamu bekerja dengan orang yang suka ngatur atau mengontrol orang lain, kamu menoleransi sikap mereka karena terkadang kamu tak punya pilihan. Kamu harus bekerja, dan belum punya pekerjaan yang baru. 

Karena kamu tidak bisa menghindari semua orang yang suka ngatur, kamu harus menemukan cara untuk hidup berdampingan secara damai dengan mereka.

Memang sulit, tetapi percaya atau tidak, itu bisa dilakukan. Sebagai awal, pahami psikologi di balik perilaku tersebut.

Baca Juga: 3 Langkah Strategis BRI dan Holding Ultra Mikro agar Sertifikasi BPOM Tingkatkan Daya Saing UMKM

Tukang ngatur cenderung memiliki kebutuhan psikologis untuk mengendalikan keadaan atau orang di sekitar mereka. Orang seperti ini ingin semua hal berjalan sesuai keinginan mereka.

Kebutuhan untuk mengendalikan dapat berasal dari masalah psikologis yang lebih dalam seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian.

“Kita semua pasti mengenal orang yang gila kendali dengan derajat yang berbeda-beda dalam hidup kita. Terkadang itu adalah atasan atau teman,” kata psikolog Susan Albers, PsyD.

Ada lima cara menghadapi orang yang suka ngatur, tanpa harus mengatakan apapun, yaitu:

1. Kuasai seni bahasa tubuh

Bahasa tubuh terkadang memberikan pesan lebih jelas daripada kata-kata. Tunjukkan ketegasan dengan kepercayaan diri dan ketenangan melalui sikap, gerak tubuh, dan mempertahankan kontak mata. Berikan isyarat secara halus kalau kamu tidak bisa dipaksa.

Baca Juga: JAFF Market Mencetak Banyak Kolaborasi Menarik di Antara Sesama Filmmaker

2. Diam 

Saat si control freak mencoba memanipulasi situasi untuk keuntungannya, tak perlu mendebat balik. Lebih baik diam, sambil tetap mempertahankan kontak mata, dan menjaga postur tubuh tetap percaya diri.

Kamu tak akan menyangka betapa efektifnya cara ini untuk membungkam mereka, karena mereka tidak menyangka reaksi yang didapatkannya.

Namun, diam yang kamu lakukan bukan berarti bersikap pasif atau tunduk. Kamu tetap harus mengetahui kapan saatnya bicara dan kapan membiarkan situasi tetap hening.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Cleveland Clinic, Personal Branding Blog

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X