Pemimpin Wajib Pahami The Big Five Personality Anggota Timnya Supaya Sukses Dalam Kerja Tim

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 13 Desember 2024 | 13:32 WIB
Mengetahui dan memahami personality masing-masing anggota tim penting dalam sebuah kerja tim. (Freepik)
Mengetahui dan memahami personality masing-masing anggota tim penting dalam sebuah kerja tim. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Seperti dalam sebuah tim sepakbola, seorang manajer tim harus bisa menempatkan pemain yang tepat di posisi yang tepat saat menghadapi lawan tertentu.

Untuk itu, manajer tim harus paham benar karakter dan kemampuan seorang pemain.

Si manajer tidak akan memasang seorang striker saja ketika berhadapan dengan lawan yang punya pertahanan kuat dan berlapis. Mungkin dia akan menaruh pemain sayap yang bisa multitasking menjadi striker saat diperlukan.

Seperti juga dalam tim sepakbola, mengelola sebuah tim kerja di kantor itu harus benar-benar paham dengan tiap individu anggota tim. Masing-masing individu akan punya peran yang sesuai dengan kemampuan dan personality-nya.

Apabila pengaturan ini berjalan dengan baik, maka si manajer ini telah melakukan pengelolaan tim dengan efektif.

 Baca Juga: Jika Di Dalam Tim Kamu Ada Tipe Personality Analis, Maka Kenali dan Perlakukan Dia Seperti Saran Berikut Ini

The Big Five

Ada 5 faktor personality yang harus dipahami oleh seorang pemimpin dalam mengelola timnya Kelima fakto ini sering disebut sebagai The Big Five Personality Type (The Big Five).

The Big Five ini akan membantuk dinamika interpersonal di tempat kerja. Ia akan memengaruhi cara orang berinteraksi dan bekerja sama.

Seorang pemimpin wajib memahami The Big Five dalam timnya untuk bisa membuat tim kerja yang solid, mumpuni, dan efektif dalam bekerja.

The Big Five ini juga disingkat dengan akronim OCEAN.  OCEAN ini kependekan dari ciri-ciri personality sebagai berikut:

  • Openess (Keterbukaan) berkaitan dengan rasa ingin tahu tentang hal-hal dan pengalaman baru, plus kapasitas untuk berpikir imajinatif.
  • Conscientiousness (Kehati-hatian) berkaitan dengan seberapa disiplin dan berorientasi pada tujuan orang-orang.
  • Extraversion (Ekstraversi) melibatkan seberapa terbuka orang-orang (sebaliknya: menjadi lebih tertutup).
  • Agreeableness (Keramahan) berkaitan dengan bagaimana orang-orang berhubungan dengan orang lain—terutama seberapa kooperatif dan empati mereka kecenderungannya.
  • Neuroticism (Neurotisme) berkaitan dengan kecenderungan untuk khawatir dan menjadi stres.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Membuat Kamu Jadi Pemimpin yang Mampu Tingkatkan Produktivitas Tim

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X