Rekruter Bisa Tahu Kamu Menulis Surat Lamaran dengan ChatGPT dari Tanda-tanda Ini!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 13:45 WIB
Ilustrasi: Rekruter bisa mengenali dengan mudah surat lamaran yang ditulis dengan ChatGPT. (Freepik)
Ilustrasi: Rekruter bisa mengenali dengan mudah surat lamaran yang ditulis dengan ChatGPT. (Freepik)

Kesalahan seperti itu menunjukkan bahwa kandidat ceroboh, malas, atau memang belum menguasai cara memakai ChatGPT.

"Jika kamu tidak memberikan detail sebanyak itu, hal itu menunjukkan kepada pemberi kerja bahwa kamu tidak berorientasi pada detail," tambahnya.

Pendapat rekruter tentang penggunaan AI 

Baca Juga: 4 Jenis Sakit Kepala Yang Umum Melanda dan Cara Pengobatannya Agar Tidak Menggangu Performa Kerja

Idealnya, surat lamaran dengan AI hanya dijadikan template dasar. Woody mengatakan ChatGPT dapat membantu kandidat menghasilkan ide tentang pengalaman apa yang akan dicantumkan di resume mereka.

"Kamu bisa meminta ChatGPT untuk menguraikan deskripsi pekerjaan atau mengidentifikasi keterampilan dan pengalaman yang paling relevan untuk posisi yang kamu lamar."

Dengan kata lain, writing tools AI dapat membantu kamu menulis draft pertama. Kemudian, pelamar wajib mengedit dan menulis draft akhir dengan pengalaman spesifik dan terinci yang hanya kamu yang mengetahuinya.

Wagadia menyarankan agar pencarian kerja mempunyai target tersendiri dan tidak berpola.

"Jadi, jangan melamar ratusan pekerjaan secara massal dengan satu model surat lamaran dengan AI.

"Lebih baik memiliki lima lamaran tertarget yang membuat kamu berusaha keras, daripada mengirim 100 lamaran yang membuat orang lain bisa melihat dengan jelas bahwa kamu tidak tertarik," kata Wagadia.

Baca Juga: Agar Terhindar Dari Dehidrasi Saat Olah Raga, Lebih Baik Minum Air Putih Atau Minuman Elektrolit?

Selain itu, jangan berbohong. Perekrut teknologi dan pemasaran digital Kelli Hrivnak memperingatkan pelamar agar tidak menggunakan pencapaian yang disarankan oleh tools AI generatif jika hal itu tidak sesuai dengan pengalaman mereka.

"Kalau kamu sudah menyesatkan perusahaan, maka ini membahayakan integritas kamu sebagai karyawan," kata Hrivnak.

Lamaran kerja yang kuat akan mencakup anekdot pribadi dan pencapaian khusus yang relevan dengan peran yang kamu lamar. Tingkat penceritaan yang baik seperti itu tidak dapat diotomatisasi.

"Jika perusahaan hanya mencari pekerjaan yang dihasilkan oleh AI, mereka akan menggunakan tools AI," kata Dilber.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X