Menyampaikan PHK melalui Pesan Teks dan Email Semakin Dinormalisasi, Apa Dampaknya buat Karyawan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 21 Desember 2024 | 18:46 WIB
Ilustrasi: Oleh karena karyawan menganut sistem kerja remote, proses pemutusan hubungan kerja dengan karyawan pun sering disampaikan melalui Whatsapp atau email. (Freepik/Master1305)
Ilustrasi: Oleh karena karyawan menganut sistem kerja remote, proses pemutusan hubungan kerja dengan karyawan pun sering disampaikan melalui Whatsapp atau email. (Freepik/Master1305)

PejuangKantoran.com - Di era digital seperti sekarang, cara perusahaan berkomunikasi dengan karyawan mengalami perubahan signifikan. Salah satu fenomena terbaru adalah pemberitahuan pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui pesan teks atau email.

General Motors baru-baru ini memberhentikan karyawan, seorang insinyur dengan pengalaman lebih dari 20 tahun melalui pesan teks. Karyawan senior tersebut diminta mengecek email untuk mendapat pemberitahuan resmi tentang PHK tersebut.

Raksasa otomotif itu mengumumkan PHK sekitar 1.000 karyawan bulan lalu sebagai bagian dari upayanya untuk mengurangi biaya dan menyelaraskan kembali fokusnya dalam menanggapi kondisi pasar yang terus berkembang.

Baca Juga: Tips Memilih Tempat Duduk Ekonomi Terbaik untuk Penerbangan Jarak Jauh

Namun metode yang digunakan General Motors tersebut menimbulkan perdebatan mengenai etika dan dampaknya terhadap karyawan. Perusahaan bahkan meminta karyawan untuk menghubungi call center jika butuh informasi lebih lanjut.

GM bersikukuh keputusannya menggunakan email untuk mengumumkan PHK global didorong oleh keinginan untuk memastikan pemberitahuan simultan di berbagai zona waktu, kata seorang perwakilan pembuat mobil itu kepada Wall Street Journal.

Tidak adanya interaksi tatap muka atau minimal video conference selama proses PHK menimbulkan kekhawatiran tentang dampak emosional pada karyawan yang terkena PHK.

Padahal selama proses tersebut, pemberi kerja harus memberikan dukungan, menangani masalah yang mendesak, dan menjaga moral di antara karyawan yang keluar dan yang masih bekerja.

Perubahan dalam komunikasi PHK

Secara tradisional, PHK seharusnya disampaikan secara langsung dalam pertemuan tatap muka, sehingga memungkinkan diskusi dan klarifikasi.

Namun dengan meningkatnya sistem kerja remote, beberapa perusahaan memilih menyampaikan berita yang sensitif seperti PHK melalui pesan teks atau email.

Baca Juga: Klarifikasi CEO Octopus Tegaskan Hamish Daud Tak Ada Sangkut-pautnya dengan Gaji Karyawan

Alasannya mungkin efisiensi, terutama dalam skala PHK massal, atau keterbatasan logistik jika harus mengumpulkan karyawan di satu tempat.

Di sisi karyawan, menerima kabar PHK melalui Whatsapp atau email tentu membuat kita merasa tidak dihargai dan diabaikan.

Cara ini menunjukkan kurangnya empati perusahaan, mengingat dampak emosional dan finansial yang akan ditimbulkan.

Karyawan yang diberhentikan dengan cara ini tentu merasa perusahaan tidak peduli dengan kontribusi mereka selama ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes, Wall Street Journal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X