PejuangKantoran.com - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamen Dikti) Stella Christie memberikan pandangannya mengenai ketakutan masyarakat terhadap teknologi yang kian berkembang pesat, terutama kecerdasan buatan (AI).
Meskipun teknologi seperti AI dapat memberikan banyak manfaat, Stella menegaskan bahwa manusia tidak sepenuhnya kalah dari teknologi, asalkan tahu bagaimana memanfaatkannya dengan bijak.
Stella meredam kekhawatiran yang berkembang di masyarakat dengan menyatakan bahwa AI, meskipun canggih, hanyalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk mendukung kehidupan manusia.
"Jika kita meyakini bahwa manusia kalah telak dengan teknologi, jawabannya 100 persen tidak," ujarnya tegas.
Menurut Stella, teknologi, termasuk AI, pada dasarnya adalah alat yang bisa memberi keuntungan besar bagi manusia apabila digunakan dengan cerdas.
Baca Juga: 7 Cara Melakukan Slow Work, Langkah Kurangi Kerja Keras dan Tingkatkan Kerja Cerdas
"AI itu adalah alat, teknologi itu adalah alat, jika kita pintar dalam menggunakan alat tersebut, kita tidak akan kalah," ungkapnya.
Namun, Stella juga mengingatkan bahwa jika manusia tidak bisa memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik, mereka akan tertinggal. "Tentu saja, jika kita tidak bisa menggunakan alat itu, kita akan kalah," tandasnya.
Keunggulan Manusia: Tidak Semua Hal Perlu Diingat
Dalam kesempatan yang sama, Stella juga menyoroti kelebihan manusia dibandingkan dengan teknologi, khususnya dalam hal ingatan. "Manusia memiliki kelebihan bahwa tidak semua hal harus diingat," ujarnya. Menurutnya, ada banyak hal dalam hidup yang lebih baik jika kita tidak mengingatnya, terutama hal-hal yang tidak penting atau negatif.
Stella menjelaskan bahwa dari sisi psikologi, ada kondisi di mana ingatan yang berlebihan justru bisa berdampak buruk.
"Orang yang depresi, misalnya, biasanya memiliki ingatan yang lebih tepat daripada orang yang normal. Namun, itu tidak selalu baik," terang Stella.
Dalam konteks ini, dia menegaskan bahwa kemampuan untuk melupakan hal-hal yang tidak penting atau tidak baik justru bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi manusia.
Stella menambahkan bahwa berfokus pada apa yang perlu diingat dan membiarkan hal-hal yang tidak relevan atau menyakitkan terlupakan, bisa meningkatkan kualitas hidup manusia.
Artikel Terkait
5 Ciri-ciri Bos Toxic yang Bikin Kamu Nggak Berkembang di Kantor
Berani Bilang 'Tidak' untuk si Bos Toxic! (Tapi Tetap Profesional)
Public Enemy di Kantor: Ternyata Tidak Selalu Buruk!
Slow Living di Dunia Kerja Menjauhkan Diri dari Tuntutan untuk Bekerja Berlebihan
Berikut Ini 6 Langkah Bagaimana Cara Menghadapi Atasan yang Tidak Memahami Pekerjaan Kamu
7 Faktor yang Wajib Kamu Pahami dan Jadikan Bekal Untuk Bernegosiasi Gaji Ketika Mendapatkan Tawaran Kerja
Ada atau Tidak Ada Uang, Ternyata Sama-Sama Bisa Menimbulkan Masalah Kesehatan Mental
4 Langkah Mengirim Pesan ke Rekruter Incaran di LinkedIn, Jangan Sampai Malah Diblokir!
Yang Harus Dilakukan dan Dihindari Saat Negosiasi Gaji Serta Contoh Jawaban Yang Benar Dalam Negosiasi
Pastikan Kamu Tidak Melakukan 5 Kesalahan Ini di CV, Bisa Bikin Lamaran Kamu Ditolak Rekruter!