Stella Christie: Manusia Tak Kalah dari Teknologi AI!

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 12 Januari 2025 | 11:02 WIB
Ilustrasi: Wawancara kerja dengan AI lebih menguntungkan pencari kerja karena hasilnya lebih adil dibandingkan dengan wawancara kerja dengan manusia. (Freepik)
Ilustrasi: Wawancara kerja dengan AI lebih menguntungkan pencari kerja karena hasilnya lebih adil dibandingkan dengan wawancara kerja dengan manusia. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamen Dikti) Stella Christie memberikan pandangannya mengenai ketakutan masyarakat terhadap teknologi yang kian berkembang pesat, terutama kecerdasan buatan (AI).

Meskipun teknologi seperti AI dapat memberikan banyak manfaat, Stella menegaskan bahwa manusia tidak sepenuhnya kalah dari teknologi, asalkan tahu bagaimana memanfaatkannya dengan bijak.

Stella meredam kekhawatiran yang berkembang di masyarakat dengan menyatakan bahwa AI, meskipun canggih, hanyalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk mendukung kehidupan manusia.

"Jika kita meyakini bahwa manusia kalah telak dengan teknologi, jawabannya 100 persen tidak," ujarnya tegas.

Menurut Stella, teknologi, termasuk AI, pada dasarnya adalah alat yang bisa memberi keuntungan besar bagi manusia apabila digunakan dengan cerdas.

Baca Juga: 7 Cara Melakukan Slow Work, Langkah Kurangi Kerja Keras dan Tingkatkan Kerja Cerdas

"AI itu adalah alat, teknologi itu adalah alat, jika kita pintar dalam menggunakan alat tersebut, kita tidak akan kalah," ungkapnya.

Namun, Stella juga mengingatkan bahwa jika manusia tidak bisa memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik, mereka akan tertinggal. "Tentu saja, jika kita tidak bisa menggunakan alat itu, kita akan kalah," tandasnya.

Keunggulan Manusia: Tidak Semua Hal Perlu Diingat

Dalam kesempatan yang sama, Stella juga menyoroti kelebihan manusia dibandingkan dengan teknologi, khususnya dalam hal ingatan. "Manusia memiliki kelebihan bahwa tidak semua hal harus diingat," ujarnya. Menurutnya, ada banyak hal dalam hidup yang lebih baik jika kita tidak mengingatnya, terutama hal-hal yang tidak penting atau negatif.

Stella menjelaskan bahwa dari sisi psikologi, ada kondisi di mana ingatan yang berlebihan justru bisa berdampak buruk.

"Orang yang depresi, misalnya, biasanya memiliki ingatan yang lebih tepat daripada orang yang normal. Namun, itu tidak selalu baik," terang Stella.

Dalam konteks ini, dia menegaskan bahwa kemampuan untuk melupakan hal-hal yang tidak penting atau tidak baik justru bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi manusia.

Baca Juga: 7 Faktor yang Wajib Kamu Pahami dan Jadikan Bekal Untuk Bernegosiasi Gaji Ketika Mendapatkan Tawaran Kerja

Stella menambahkan bahwa berfokus pada apa yang perlu diingat dan membiarkan hal-hal yang tidak relevan atau menyakitkan terlupakan, bisa meningkatkan kualitas hidup manusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X