8 Tanda Lingkungan Kerja yang Memiliki Atasan Micromanager, Bisa Bikin Karyawan Resign!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 17 Januari 2025 | 09:25 WIB
Seorang micromanager cenderung melakukan pengawasan yang berlebihan. (Dragos Condrea)
Seorang micromanager cenderung melakukan pengawasan yang berlebihan. (Dragos Condrea)

Pejuangkantoran.com - Micromanager adalah sebutan untuk tipe atasan yang cenderung terlalu mengontrol dan terlibat dalam detail pekerjaan bawahannya.

Bukannya membuat pekerjaan semakin lancar, gaya kepemimpinan seperti ini justru bisa menciptakan ketidaknyamanan, memperlambat kerja, serta berdampak negatif pada semangat dan kinerja tim.

Bahkan, penelitian sudah membuktikan bahwa pengawasan yang berlebihan dari atasan dapat mengurangi produktivitas karyawan.

Bagi kamu yang curiga di tempat kerja kamu ada atasan tipe micromanager, berikut adalah beberapa tandanya.

  1. Selalu muncul keraguan di lingkungan kerja

Rasa tidak aman akibat atasan micromanager bisa membuat kamu tidak percaya dengan hasil kerja diri sendiri dan bahkan antar rekan kerja. 

Jika ini terus terjadi, akibatnya adalah motivasi bekerja yang dapat menurun, muncul sindrom imposter, dan berkurangnya loyalitas terhadap perusahaan.

  1. Pekerjaan lebih lama selesai

Atasan yang terus-menerus ikut campur dalam proyek yang dikerjakan bawahannya, bukannya bisa membuat pekerjaan cepat selesai, tetapi justru dapat memperlambat prosesnya.

Ini karena tugas yang seharusnya selesai tepat waktu bisa menjadi molor karena selalu dikoreksi dan diubah oleh atasan sehingga akhirnya lebih lama selesai. Sikap micromanager ini juga bisa membuat karyawan berisiko lebih sering lembur.

Baca Juga: 3 Tips Menghadapi Atasan Micromanager Agar Tidak Merusak Produktivitas dan Kreativitas Kerja

  1. Pengawasan berlebihan

Atasan micromanager cenderung ingin mengetahui setiap detail kecil pekerjaan, hingga yang seharusnya tak perlu diketahui karena bisa diselesaikan oleh karyawan.

Mulai dari memeriksa email secara rutin hingga membuat jadwal rapat yang tidak perlu, pengawasan seperti ini dilakukan dengan alasan untuk mencakup memantau aktivitas karyawan secara langsung.

  1. Terlalu fokus pada dokumentasi

Atasan yang meminta data administratif berlebihan juga dapat mengalihkan karyawan dari fokus dari pekerjaan utamanya. Ini membuat energi yang seharusnya digunakan untuk menghasilkan sesuatu malah terbuang untuk hal-hal yang kurang penting.

  1. Batasan yang tidak jelas

Pengawasan yang berlebihan bisa membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi tidak jelas.

Mengapa? Karena atasan micromanager biasanya akan terus menghubungi karyawannya melalui email, telepon, atau pesan bahkan di akhir pekan. Padahal, hal tersebut seharusnya tidak dilakukan di luar jam kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Career Contessa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X