- Tingkat pengunduran diri yang tinggi
Sikap kepemimpinan yang terlalu mau tahu alias micromanager sering menjadi alasan utama karyawan keluar dari pekerjaannya.
Ini karena ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh atasan sehingga membuat anggota tim lebih memilih mencari lingkungan kerja yang lebih sehat.
Baca Juga: 4 Kesalahan Seorang Manajer Yang Gagal Dalam Mendelegasikan Tugas Kepada Anak Buah
- Minimnya inovasi dan pertumbuhan
Dengan pengawasan yang terlalu ketat, pekerja jadi tidak memiliki ruang untuk berkembang dan menyalurkan kreativitasnya untuk mencoba hal baru.
Selain “dilarang” oleh atasan dan harus mengikuti cara yang disuruh, karyawan juga jadi lebih berfokus untuk menghindari kesalahan kecil yang justru lebih diperhatikan oleh atasan micromanager.
- Kebutuhan validasi pribadi
Atasan micromanager sering mempermasalahkan hal-hal kecil untuk memuaskan egonya. Ini dilakukan karena dia ingin merasa penting, meskipun tidak memberikan manfaat apapun bagi tim. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
5 Skill yang Dibutuhkan Manajer Tahun 2025, dari Literasi Teknologi hingga Manajemen Perubahan
3 Tanda Seseorang Punya Keterampilan Leadership yang Baik, Cocok Jadi Pemimpin!
Metode Unbossing Membuat Karyawan Lebih Mandiri, Betulkah akibat Posisi Manajer Berkurang?
Tak Hanya Membantu Pekerjaan, Peran AI pada Manajer Muda Disebut Bisa Membantu Jadi Pemimpin yang Baik
5 Rahasia Sederhana di Balik Kepemimpinan Hebat, Jeff Bezos Juga Melakukan Ini, Lho!
5 Komponen Wajib dalam Menjalankan Metode Kepemimpinan Relasional yang Memanusiakan Karyawan
Inilah Pentingnya Menerapkan Kecerdasan Emosional atau EQ dalam Kepemimpinan Supaya Efektif