Mereka memilih diam atau berbicara jika dipanggil oleh rekan tim. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak ingin terlibat lebih jauh dalam pekerjaan.
- Ruang kerja monoton
Jangan harap melihat benda-benda pribadi, seperti tanaman kecil, foto keluarga, atau barang dekoratif lainnya di meja kerja mereka. Mereka lebih memilih ruang kerjanya terlihat kosong dan impersonal, yang mencerminkan sikap "hanya numpang lewat" di perusahaan.
- Menghindari diskusi rencana masa depan
Ketika ditanya tentang tujuan karir, mereka sering memberikan jawaban samar, seperti "lihat nanti" atau bahkan mengalihkan pembicaraan.
Mereka tidak memiliki aspirasi untuk naik jabatan atau terlibat dalam proyek jangka panjang karena memang tidak berniat untuk bertahan lama di perusahaan tersebut.
Baca Juga: Love Language di Tempat Kerja, Pahami agar Tahu Bagaimana Rekan Kerja Merasa Dihargai
- Sering mengambil cuti sakit
Ini menjadi cara mudah untuk menghindari lingkungan kerja yang tidak menyenangkan. Cuti memberikan waktu istirahat mental bagi mereka, meskipun tekanan emosional atau ketidakpuasan yang mendasarinya tidak pernah diselesaikan.
- Lebih fokus pada kehidupan pribadi
Di tempat kerja, mereka tampak tidak hadir secara mental.
Ini karena pekerjaan hanya dianggap sebagai penghalang sementara sebelum bisa kembali ke hal-hal yang lebih membahagiakan, seperti rencana akhir pekan, waktu bersama keluarga, atau mengejar hobi. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
3 Penyebab Gen Z Tidak Puas dengan Pekerjaan Baru dan Menyesal Meninggalkan Pekerjaan Lamanya
Jangan Bicarakan Topik Ini Saat Menghadiri Acara Kantor, Kalau Tak Ingin Suasana Jadi Rusak
Jangan Langsung Resign, Ini Cara Bertahan saat Bekerja dengan Rekan Kerja yang Tak Disukai
10 Langkah Mengatasi Konflik dengan Rekan Kerja yang Tak Disukai, Meski Perubahan Tak Langsung Terjadi
Tak Salah untuk Bilang 'Tidak' Pada Rekan Kerja, Ini Caranya!
Cara Efektif Menetapkan Batasan-Batasan di Kantor Agar Suasana Kerjamu Nyaman dan Profesional