Pejuangkantoran.com - Sesuai dengan namanya, seorang manajer risiko berperan penting dalam mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi potensi risiko di perusahaan tempatnya bekerja.
Tugas utamanya adalah melindungi pendapatan dan keuntungan perusahaan dengan mengambil tindakan proaktif terhadap potensi kerugian.
Jika merasa memiliki bakat dalam memecahkan masalah, melakukan evaluasi yang cermat, dan memiliki pandangan strategis ke depan, karir sebagai manajer risiko mungkin cocok untuk kamu.
Apalagi gaji pekerjaan termasuk salah satu yang terbesar dari sepuluh profesi yang menjanjikan. Ini karena pekerjaannya sangat berat dengan tujuan untuk melindungi perusahaan dari berbagai kerugian.
Menurut Kelas Work, gaji manajer risiko bisa mencapai Rp150 juta per bulan. Namun, perlu dicatat bahwa ini gaji untuk seorang manajer, ya.
Jika masih bekerja sebagai staf manajemen risiko, pada tingkat entry level, gajinya berkisar antara Rp6 juta – Rp10 juta per bulan.
Selain itu, hampir semua industri pekerjaan memerlukan seorang manajer risiko, seperti:
- Bank dan lembaga keuangan
- Perusahaan manufaktur
- Fasilitas kesehatan
- Perusahaan konsultan manajemen
- Instansi pemerintah
Apa pekerjaan manajer risiko?
Seorang manajer risiko menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengidentifikasi potensi risiko dan mengembangkan strategi untuk mengelola dan memitigasinya.
Bekerja sama dengan departemen organisasi lainnya, manajer risiko menerapkan langkah-langkah pengurangan risiko dan memantau keefektifannya.
Berikut adalah daftar tanggung jawab umum seorang manajer risiko:
- Melakukan penilaian risiko
Bertanggung jawab mengevaluasi potensi risiko dan mengevaluasi risiko tersebut secara kuantitatif dan kualitatif untuk memprioritaskan strategi manajemen.
- Mengembangkan kebijakan manajemen risiko
Merancang, mengimplementasikan, dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan protokol manajemen risiko.
Artikel Terkait
Metode Unbossing Membuat Karyawan Lebih Mandiri, Betulkah akibat Posisi Manajer Berkurang?
4 Kesalahan Seorang Manajer Yang Gagal Dalam Mendelegasikan Tugas Kepada Anak Buah
Manajer Harus Waspada dengan Fenomena Soft Quitting. Amati Gejala-Gejalanya!
Minta Kenaikan Gaji Adalah Hak Karyawan. Berikut Ini Waktu yang Tepat Untuk Mengajukannya!
7 Alasan Generasi Muda Tidak Tertarik Jadi 'Budak Korporat', Salah Satunya Gaji Tak Sepadan
5 Langkah bagi Manajer Dalam Mengenal Kepribadian Anggota Tim Supaya Tim Menjadi Produktif