Sebanyak 72% generasi ini lebih menyukai jalur individu untuk memajukan karir mereka. Jalur ini membuat mereka berfokus pada pertumbuhan pribadi dan akumulasi keterampilan.
Dalam beberapa organisasi, jalur ini sering disebut sebagai individual contributor. Namun jika hal ini dilakukan, tentunya skill leadership tidak akan terasah karena tidak punya anak buah.
Lalu, sebanyak 69% tak tertarik dengan pekerjaan middle management karena terlalu banyak tekanan, tetapi bayarannya rendah.
Menurut Lucy Bisset dari Robert Walters, Gen Z lebih suka bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri ke dalam pekerjaan dan menghabiskan waktu untuk mengembangkan diri, daripada menghabiskan waktu untuk mengelola orang lain.
Baca Juga: Banyak Karyawan Diam-Diam Pakai AI di Tempat Kerja, Berisiko Bocorkan Informasi Penting Perusahaan
Itulah yang membuat banyak dari mereka yang tidak ingin menghabiskan waktu bertahun-tahun di perusahaan. Apalagi banyak pekerjaan saat ini yang tak mengharuskan mereka menginjakkan kaki di kantor alias secara remote.
“Para profesional yang lebih muda, yang memasuki dunia kerja sebagai pekerja remote atau hybrid, cenderung tidak memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan,” katanya.
Bisset bilang, Gen Z yang tidak ingin mengambil peran middle management inilah yang dapat menimbulkan masalah bagi para pemberi kerja di kemudian hari.
Meski begitu, tak sedikit pemberi kerja yang disurvei berpendapat bahwa middle manager masih memegang peranan penting dalam perusahaan. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
5 Dampak Efisiensi Anggaran Kebijakan Prabowo, ASN Hanya WFO 3 Hari dan Perlintasan KA Tak Dijaga
17 Ide Untuk Memberikan Pengakuan Rekan Kerja atau Peer Recognition yang Bisa Kamu Terapkan di Kantor
Meski Belum Menikah, Sekarang Kamu Bisa Bikin KK Terpisah dari Keluarga. Ini Caranya!
Pameran Kongsi: Jejak Sejarah Perjalanan Masyarakat Tionghoa di Nusantara
Valentine di Akhir Pekan, Jepang Jadi Pilihan Tren Liburan Romantis
Pemerintah Apresiasi Keberpihakan BRI dalam Mendorong UMKM Naik Kelas dan Go Global
Manajer Risiko, Salah Satu Profesi dengan Gaji Terbesar di Indonesia hingga Rp150 Juta! Berminat?