'Conscious Unbossing', Karyawan Gen Z Ingin Menapaki Karir tetapi Enggan Mengelola Anak Buah

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 14 Februari 2025 | 09:55 WIB
Ilustrasi: Karyawan Gen Z ini saat ini cenderung memilih “jalur individu” untuk memajukan karir mereka.  (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Karyawan Gen Z ini saat ini cenderung memilih “jalur individu” untuk memajukan karir mereka. (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Gen Z sepertinya tak pernah berhenti memberikan tren baru di dunia kerja. Perkenalkan, 'conscious unbossing'. Tren kerja apa lagi ini?

Tidak seperti generasi sebelumnya, Gen Z bisa dibilang generasi pertama yang tak ingin meraih jabatan lebih tinggi di tempat kerja atau menjadi pemimpin.

Bagi mereka, hal tersebut terlalu memusingkan dan tidak worth it untuk menebus stres yang dirasakan.

Baca Juga: Disebut Lebih Suka Kerja Remote, Gen Z Ternyata Ingin Lebih Banyak Interaksi Nyata di Dunia Kerja

Apa itu 'conscious unbossing'?

Unbossing adalah gagasan untuk menjauh dari struktur manajemen tradisional dan mengurangi kesenjangan antara kepemimpinan senior dan staf.

Dalam praktiknya, ini berarti menyingkirkan lapisan tengah manajemen (middle managementuntuk menciptakan pendekatan paralel yang pada dasarnya tidak memiliki manajer.

Jadi, yang dimaksud 'conscious unbossing' adalah mempraktikkan gagasan tersebut secara sadar atau conscious.

Tren kerja ini diungkapkan oleh perusahaan rekrutmen Robert Walters.

Menurutnya, ada 52% karyawan Gen Z yang tidak ingin mengambil peran middle management dalam karir mereka. Meskipun beberapa dari mereka mengakui tetap akan melakukannya jika terpaksa.

Baca Juga: Komdigi Janjikan Internet Murah Rp100 Ribu untuk 100 Mbps segera Hadir, tapi Bukan untuk Seluler

Sepertinya, sikap karyawan Gen Z tersebutlah yang menimbulkan kesenjangan besar antara sikap para pekerja usia dua puluh tahunan dan rekan kerja mereka yang lebih tua.

Enggan mengelola anak buah

Di masa lalu, karyawan baru di kantor yang lebih muda akan mengincar pekerjaan rekan-rekan kerjanya yang lebih senior.

Namun, sekarang keadaan sudah berubah. Lulusan baru justru ingin membuat kemajuan di tempat kerja, tanpa perlu melakukan pekerjaan berat dengan harus bertanggung jawab atas pekerjaan bawahannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Plus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X