Banyak karyawan yang juga merasa kurangnya fleksibilitas yang memadai bagi mereka yang memiliki anak sehingga tanggung jawab pengasuhan tidak maksimal.
Hampir satu dari dua karyawan, atau sebesar 48%, mengatakan tempat kerja mereka gagal menawarkan fleksibilitas yang diperlukan sehingga menempatkan orang tua dalam situasi sulit saat mengasuh anak.
Baca Juga: Temuan Mengejutkan dalam Studi Tidur Global, Pekerja Kantoran Harus Waspada!
"Kenyataannya adalah bahwa karyawan yang sudah berkeluarga berkontribusi secara signifikan pada tempat kerja dan berhak mendapatkan peluang karir yang tidak terpengaruh komitmen mereka di luar pekerjaan,” jelas Weld.
Dengan mengenali dan menindaklanjuti survei mengenai bullying di tempat kerja ini, pengusaha akan mendapat manfaat besar, salah satunya retensi yang lebih tinggi dan peningkatan moral di antara staf.
Pada akhirnya, akan tercipta tenaga kerja yang lebih kuat dan lebih tangguh. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Kingston Technology Masuk dalam Daftar 100 Perusahaan Swasta Terbaik di Amerika versi Forbes 2024
Lowongan Kerja: Relationship Manager Upper Small di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Lowongan Kerja: Event & Promotions Manager di Plaza Indonesia, Siapa Mau?
Hati-Hati Jangan Sampai Jatuh Cinta pada Bot AI!
Butuh Pelatih Lari atau Running Coach yang Kompeten? Pahami Dulu Tugas-Tugas Mereka Berikut Ini!
Gelar Bukan Satu-satunya Persyaratan, Banyak Rekruter yang Kini Fokus ke Keterampilan Kandidat
5 Strategi Jika Kamu Diminta Pindah Tugas tetapi Tidak Menerima Tunjangan Mutasi dari Perusahaan