Beda Model Kerja, Beda Juga Cara Perusahaan dan Pemimpin Membuat Kerja Karyawan Jadi Maksimal

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 13:38 WIB
Maksimalkan kerja saat kerja tatap muka langsung (Freepik)
Maksimalkan kerja saat kerja tatap muka langsung (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Dengan alasan untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keterlibatan, banyak perusahaan yang mulai memanggil para pekerjanya untuk kerja di kantor.

Ini mungkin dianggap sebagai pilihan yang tepat para pengusaha. Namun, menurut Brooke Weddle, penulis dan mitra senior di McKinsey, cara ini belum tentu tepat.

Hanya dengan membawa pekerja kembali ke kantor, tidak secara otomatis berarti kebutuhan mereka akan kolaborasi, konektivitas, inovasi, dan sebagainya terpenuhi.

Cara agar kerja tatap muka lebih maksimal

Jika para pemimpin ingin para pekerja bekerja di kantor agar meningkatkan faktor-faktor tersebut, maka mereka harus memaksimalkan kegiatan dan praktik-praktik yang memungkinkan hal tersebut.

“Begitu para pemimpin mendapatkan pekerjanya kembali, mereka perlu mengalihkan fokus agar menciptakan kondisi yang tepat untuk kolaborasi, konektivitas, inovasi, bimbingan, dan pengembangan keterampilan,” kata Weddle.

Jadi, pemimpin tidak bisa hanya melambaikan tongkat ajaib, seperti membuat kebijakan, dan mengharapkan hal itu bisa membuat karyawan jadi berkinerja tinggi.

Baca Juga: Bukan Kerja Tatap Muka, Remote, atau Hybrid yang Membuat Karyawan Puas. Ini Faktor Utamanya!

Manajer personalia juga harus meluangkan waktu bersama bawahannya untuk mendukung bimbingan, pengembangan keterampilan, dan konektivitas kepemimpinan.

Mereka harus merancang minggu kerja dengan kombinasi waktu individu dan waktu kolaborasi, dengan begitu karyawan akan mendapatkan tujuan yang jelas untuk setiap rangkaian waktu.

Sementara itu, karyawan juga harus memanfaatkan kerja tatap muka ini dengan menjadwalkan check-in secara teratur bersama manajer dan pemimpin, serta berusaha menghadiri pertemuan secara langsung.

Memaksimalkan fleksibilitas kerja remote dan hybrid

Bisnis perusahaan yang memilih untuk mendukung model kerja remote dan hybrid, tantangannya adalah harus lebih jelas lagi membantu para manajer memahami pekerjaannya.

Mereka harus tahu apa yang perlu dilakukan bersama-sama dan sendiri-baik, baik secara virtual atau secara fisik, baik di dalam atau luar kantor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: CNBC, Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X