Pejuangkantoran.com - Dengan alasan untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keterlibatan, banyak perusahaan yang mulai memanggil para pekerjanya untuk kerja di kantor.
Ini mungkin dianggap sebagai pilihan yang tepat para pengusaha. Namun, menurut Brooke Weddle, penulis dan mitra senior di McKinsey, cara ini belum tentu tepat.
Hanya dengan membawa pekerja kembali ke kantor, tidak secara otomatis berarti kebutuhan mereka akan kolaborasi, konektivitas, inovasi, dan sebagainya terpenuhi.
Cara agar kerja tatap muka lebih maksimal
Jika para pemimpin ingin para pekerja bekerja di kantor agar meningkatkan faktor-faktor tersebut, maka mereka harus memaksimalkan kegiatan dan praktik-praktik yang memungkinkan hal tersebut.
“Begitu para pemimpin mendapatkan pekerjanya kembali, mereka perlu mengalihkan fokus agar menciptakan kondisi yang tepat untuk kolaborasi, konektivitas, inovasi, bimbingan, dan pengembangan keterampilan,” kata Weddle.
Jadi, pemimpin tidak bisa hanya melambaikan tongkat ajaib, seperti membuat kebijakan, dan mengharapkan hal itu bisa membuat karyawan jadi berkinerja tinggi.
Baca Juga: Bukan Kerja Tatap Muka, Remote, atau Hybrid yang Membuat Karyawan Puas. Ini Faktor Utamanya!
Manajer personalia juga harus meluangkan waktu bersama bawahannya untuk mendukung bimbingan, pengembangan keterampilan, dan konektivitas kepemimpinan.
Mereka harus merancang minggu kerja dengan kombinasi waktu individu dan waktu kolaborasi, dengan begitu karyawan akan mendapatkan tujuan yang jelas untuk setiap rangkaian waktu.
Sementara itu, karyawan juga harus memanfaatkan kerja tatap muka ini dengan menjadwalkan check-in secara teratur bersama manajer dan pemimpin, serta berusaha menghadiri pertemuan secara langsung.
Memaksimalkan fleksibilitas kerja remote dan hybrid
Bisnis perusahaan yang memilih untuk mendukung model kerja remote dan hybrid, tantangannya adalah harus lebih jelas lagi membantu para manajer memahami pekerjaannya.
Mereka harus tahu apa yang perlu dilakukan bersama-sama dan sendiri-baik, baik secara virtual atau secara fisik, baik di dalam atau luar kantor.
Artikel Terkait
Ramai Petisi "Kembalikan WFH", Kebijakan Sistem Hybrid Kurang Membantu?
Karyawan Muda Dihadapkan pada Pilihan Kerja Hybrid atau Kerja Senin-Kamis, Apa Pilihan Mereka?
Kini, Keleluasaan Jadi Syarat Penting Sepanjang WfO atau Bekerja dari Kantor
Dalam Sistem Kerja Remote, Pertimbangkan Zona Waktu Rekan Kerja yang Tinggal di Luar Negeri
Tips Mengelola Tim Hybrid Secara Efektif Agar Bisa Berkembang Baik dan Produktif
Tipe-Tipe Remote Meeting yang Bisa Dilakukan Sesuai Kebutuhan Agenda Rapat
5 Dampak Efisiensi Anggaran Kebijakan Prabowo, ASN Hanya WFO 3 Hari dan Perlintasan KA Tak Dijaga