Hal ini khususnya bisa diberlakukan pada pekerja hybrid, yang paling mungkin ingin mengubah model kerja mereka.
“Model kerja hybrid adalah yang paling sulit karena membutuhkan manajemen yang lebih konsisten dan konstan dalam minggu kerja,” kata Weddle.
Ada banyak banyak hal yang harus disederhanakan saat sebagian besar pekerja bekerja dari jarak jauh atau sebagian besar lainnya bekerja secara langsung.
Dengan model kerja hybrid seperti ini, perusahaan harus benar-benar terus menerus memutuskan pekerjaan mana yang paling baik dilakukan dan siapa yang melakukannya.
Baca Juga: Tren Pekerja Yang Memilih Untuk WFH atau Remote Working Meningkat. Ini Kendala Dan Solusinya!
Perusahaan harus lebih serius dalam merancang satu minggu yang membantu membentuk produktivitas pekerja, dibandingkan hanya mengadakan rapat untuk menjustifikasi waktu tatap muka.
Namun, Weddle mengingatkan bahwa memilih model kerja yang akan digunakan bukanlah akhir dari prosesnya, meskipun ini tetap keputusan penting.
Ia mengatakan bahwa para pemimpin harus memutuskan kebijakan yang “selaras” dengan tujuan organisasi dan terus memberikan perhatian khusus pada “dampak dan nilai” dari model kerja yang dipilih.
“Kami melihat banyak perusahaan yang tidak membuat hubungan utuh. Mereka berhenti pada kebijakan. Padahal, itu sebenarnya adalah awal dari perjalanan, bukan akhir dari perjalanan,” ujarnya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Ramai Petisi "Kembalikan WFH", Kebijakan Sistem Hybrid Kurang Membantu?
Karyawan Muda Dihadapkan pada Pilihan Kerja Hybrid atau Kerja Senin-Kamis, Apa Pilihan Mereka?
Kini, Keleluasaan Jadi Syarat Penting Sepanjang WfO atau Bekerja dari Kantor
Dalam Sistem Kerja Remote, Pertimbangkan Zona Waktu Rekan Kerja yang Tinggal di Luar Negeri
Tips Mengelola Tim Hybrid Secara Efektif Agar Bisa Berkembang Baik dan Produktif
Tipe-Tipe Remote Meeting yang Bisa Dilakukan Sesuai Kebutuhan Agenda Rapat
5 Dampak Efisiensi Anggaran Kebijakan Prabowo, ASN Hanya WFO 3 Hari dan Perlintasan KA Tak Dijaga