PejuangKantoran.com - Dulu, promosi jabatan dianggap sebagai langkah alami dalam jenjang karir seseorang. Naik jabatan berarti status lebih tinggi, gaji lebih besar, dan dianggap sebagai tanda kesuksesan.
Namun sekarang, tren ini mulai berubah. Menurut survei terbaru dari perusahaan konsultan HR, Randstad, sekitar 42% karyawan di Amerika justru menolak promosi jabatan yang ditawarkan kepada mereka.
Apa yang terjadi? Kenapa banyak orang tidak lagi menganggap promosi sebagai hal yang wajib dikejar? Dan yang lebih penting, apa yang bisa dilakukan para pemimpin agar tetap bisa mendorong pertumbuhan karir karyawannya tanpa kehilangan mereka?
Kenapa banyak karyawan menolak promosi jabatan?
Ada beberapa alasan utama mengapa karyawan sekarang lebih memilih untuk tetap di posisi mereka saat ini daripada naik jabatan.
1. Takut kehilangan work-fife balance
Banyak karyawan merasa bahwa naik jabatan berarti lebih banyak pekerjaan, tanggung jawab yang lebih besar, jam kerja lebih panjang, dan stres yang meningkat.
“Generasi saat ini lebih mengutamakan keseimbangan hidup dibanding sekadar mengejar jabatan,” kata Sarah Aviram, penulis buku “Remotivation: The Remote Worker’s Ultimate Guide to Life-Changing Fulfillment”.
2. Gaji tidak seimbang dengan beban kerja
Baca Juga: Berkat Fondasi Kinerja BRI yang Resilient, Nasabah Raih Layanan Perbankan yang Optimal
Meskipun promosi biasanya diikuti dengan kenaikan gaji, banyak karyawan merasa kenaikannya tidak sebanding dengan beban kerja yang meningkat. Alih-alih merasa untung, mereka justru melihat promosi sebagai "beban tambahan" yang tidak layak.
3. Kesadaran akan burnout dan kesehatan mental
Karyawan sekarang lebih sadar akan dampak stres kerja terhadap kesehatan mental mereka. Banyak yang melihat promosi sebagai jebakan untuk menerima beban kerja yang meningkat, sehingga memilih untuk tidak mengambilnya.
4. Ragu dengan peran kepemimpinan
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Sebagai Associate Brand Manager di PT. Softex Indonesia, Jangan Kelewatan Infonya!
Buka Peluang Kariermu! Jadi Marketing Manager di MAKE UP FOR EVER Sekarang!
Fenomena 'Kabur Aja Dulu': Generasi Z dan Tantangan Karier di Tanah Air
Tri Cahyaningsih Raih Skor Tertinggi Tapi Tak Lolos CPNS karena Tinggi Badan Kurang 0,5 cm, Ini Kata Kemenkumham
Seperti Agnez Mo dan Ari Bias, Ada Juga Perselisihan Royalti Lagu "Nuansa Bening" antara Vidi Aldiano dan Keenan Nasution
Vokalis Sukatani Dipecat Jadi Guru, Buntut Polemik Lagu Kritik Polisi 'Bayar-Bayar-Bayar'? Ini Jawaban Kepsek!
Belum Lama Dibuka, Ratusan Barang di Restoran Mewah Gordon Ramsay Hilang Dicuri!