5 Alasan Masuk Akal Mengapa Hampir 50% Karyawan Menolak Promosi Jabatan, Kamu Mungkin Di Antaranya!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 24 Februari 2025 | 10:13 WIB
Ilustrasi: Menurut survei terbaru dari Ranstad, 42% karyawan menolak promosi jabatan yang ditawarkan. Mengapa? (Freepik/Krakenimages.com)
Ilustrasi: Menurut survei terbaru dari Ranstad, 42% karyawan menolak promosi jabatan yang ditawarkan. Mengapa? (Freepik/Krakenimages.com)

PejuangKantoran.com - Dulu, promosi jabatan dianggap sebagai langkah alami dalam jenjang karir seseorang. Naik jabatan berarti status lebih tinggi, gaji lebih besar, dan dianggap sebagai tanda kesuksesan.

Namun sekarang, tren ini mulai berubah. Menurut survei terbaru dari perusahaan konsultan HR, Randstad, sekitar 42% karyawan di Amerika justru menolak promosi jabatan yang ditawarkan kepada mereka.

Apa yang terjadi? Kenapa banyak orang tidak lagi menganggap promosi sebagai hal yang wajib dikejar? Dan yang lebih penting, apa yang bisa dilakukan para pemimpin agar tetap bisa mendorong pertumbuhan karir karyawannya tanpa kehilangan mereka?

Baca Juga: Pegiat Medsos Serukan Tarik Dana dari Bank Himbara, Pengamat: Justru Memicu Ketidakstabilan Keuangan!

Kenapa banyak karyawan menolak promosi jabatan?

Ada beberapa alasan utama mengapa karyawan sekarang lebih memilih untuk tetap di posisi mereka saat ini daripada naik jabatan.

1. Takut kehilangan work-fife balance

Banyak karyawan merasa bahwa naik jabatan berarti lebih banyak pekerjaan, tanggung jawab yang lebih besar, jam kerja lebih panjang, dan stres yang meningkat.

“Generasi saat ini lebih mengutamakan keseimbangan hidup dibanding sekadar mengejar jabatan,” kata Sarah Aviram, penulis buku “Remotivation: The Remote Worker’s Ultimate Guide to Life-Changing Fulfillment”.

2. Gaji tidak seimbang dengan beban kerja

Baca Juga: Berkat Fondasi Kinerja BRI yang Resilient, Nasabah Raih Layanan Perbankan yang Optimal

Meskipun promosi biasanya diikuti dengan kenaikan gaji, banyak karyawan merasa kenaikannya tidak sebanding dengan beban kerja yang meningkat. Alih-alih merasa untung, mereka justru melihat promosi sebagai "beban tambahan" yang tidak layak.

3. Kesadaran akan burnout dan kesehatan mental

Karyawan sekarang lebih sadar akan dampak stres kerja terhadap kesehatan mental mereka. Banyak yang melihat promosi sebagai jebakan untuk menerima beban kerja yang meningkat, sehingga memilih untuk tidak mengambilnya.

4. Ragu dengan peran kepemimpinan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes, Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X