Pejuangkantoran.com - Beda generasi, beda juga sikapnya saat di kantor. Termasuk cara agar terlihat cukup sibuk di mata bos.
Tiga puluh tahun yang lalu, George Costanza dari Seinfeld memiliki teori, yaitu "Selalu terlihat kesal". Menurutnya, dengan terlihat kesal, maka orang berpikir bahwa kamu sibuk.
Namun, saat ini produktivitas performatif memiliki nama baru, khususnya untuk para Gen Z. Majalah “Fortune” menyebutnya dengan taskmasking.
"Ini adalah sikap yang membuat mereka terlihat seperti sedang bekerja keras meski sebenarnya hampir tidak bekerja," tulis mereka.
Salah satu contoh taskmasking adalah berjalan cepat ke kantor sambil membawa laptop atau clipboard atau mengetik dengan keras meski yang diketik tidak relevan dengan pekerjaan.
Taskmasking bisa dilakukan dengan berbagai cara
Menurut banyak manajer HR, penyebab munculnya taskmasking ini adalah karena banyak pemberi kerja mengamanatkan kembali ke kantor.
Padahal, sebagian besar pekerja Gen Z menjadi tumbuh saat pandemi mengharuskan tinggal di rumah.
Baca Juga: Survei LinkedIn, Perusahaan Lebih Suka Karyawan untuk Work From Office
Sementara itu, ini mungkin pertama kalinya mereka diminta untuk secara konsisten bepergian ke lokasi kerja, bukannya menyelesaikan tugas sesuai jadwal di rumah atau dari tempat mana saja yang membuat mereka nyaman.
Sekarang, secara fisik mereka dikelilingi oleh rekan kerja dan atasan sehingga harus mengomunikasikan kesibukan mereka secara visual.
Bahkan, istirahat sejenak mengambil minum atau membuat kopi juga bisa dianggap sebagai taskmasking jika obrolan yang dilakukan hanya seputar pekerjaan agar terlihat sibuk.
Perlukah karyawan untuk bekerja di kantor?
Salah satu dampak dari taskmasking bagi orang yang melakukannya adalah kelelahan. Mereka bahkan bisa terasa seperti melakukan pekerjaan penuh waktu.
Artikel Terkait
Tren Pekerja Yang Memilih Untuk WFH atau Remote Working Meningkat. Ini Kendala Dan Solusinya!
Dalam Sistem Kerja Remote, Pertimbangkan Zona Waktu Rekan Kerja yang Tinggal di Luar Negeri
Diskusi Yuk: Apakah Karyawan Remote Bisa Menolak Jika Diminta Masuk Kantor Sebulan Sekali?
Tipe-Tipe Remote Meeting yang Bisa Dilakukan Sesuai Kebutuhan Agenda Rapat
Disebut Lebih Suka Kerja Remote, Gen Z Ternyata Ingin Lebih Banyak Interaksi Nyata di Dunia Kerja
Bukan Kerja Tatap Muka, Remote, atau Hybrid yang Membuat Karyawan Puas. Ini Faktor Utamanya!