Bagi Gen Z, seperti ini sangat melelahkan harus memakai berpura-pura sepanjang waktu di tempat kerja. Ini merupakan kelelahan sosial karena harus memainkan peran, seolah menjadi karyawan kantoran sesungguhnya (dengan bekerja di kantor).
“Meskipun apa yang mereka kerjakan di kantor, sama saja dengan yang mereka kerjakan dari yang dilakukan di rumah," kata penulis Gabrielle Judge.
Cierra Gross yang menjalankan Caged Bird HR, menyebut taskmasking sebagai masalah yang timbul dari keinginan atasan agar karyawan kembali ke kantor dengan cara apa pun. Padahal sebenarnya mungkin tak benar-benar diperlukan.
Baca Juga: Ternyata Bukan Gen Z yang Lebih Suka Work From Home!
Menurut Gross taskmasking mungkin dikaitkan dengan karyawan berkinerja rendah. Sebab sebenarnya karyawan teladan yang dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya juga dapat melakukannya.
Lagipula, tak ada salahnya jika pekerja yang sudah menyelesaikan tugasnya kemudian melakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan di kantor.
"Asalkan pekerjaan kamu sudah selesai, kamu seharusnya bisa duduk di depan komputer dan menjelajahi web sesuka hati," kata Gross.
Pada akhirnya, Gross berkeyakinan bahwa taskmasking adalah hasil dari rasa frustasi pekerja yang sebenarnya tak perlu ada di kantor untuk melakukan pekerjaannya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Tren Pekerja Yang Memilih Untuk WFH atau Remote Working Meningkat. Ini Kendala Dan Solusinya!
Dalam Sistem Kerja Remote, Pertimbangkan Zona Waktu Rekan Kerja yang Tinggal di Luar Negeri
Diskusi Yuk: Apakah Karyawan Remote Bisa Menolak Jika Diminta Masuk Kantor Sebulan Sekali?
Tipe-Tipe Remote Meeting yang Bisa Dilakukan Sesuai Kebutuhan Agenda Rapat
Disebut Lebih Suka Kerja Remote, Gen Z Ternyata Ingin Lebih Banyak Interaksi Nyata di Dunia Kerja
Bukan Kerja Tatap Muka, Remote, atau Hybrid yang Membuat Karyawan Puas. Ini Faktor Utamanya!