PejuangKantoran.com - Pernahkah kamu menerima chat dari rekan kerja atau bahkan atasan, yang isi pesannya hanya menyebut nama kamu saja tanpa menjelaskan apa-apa?
Jika pesan seperti ini dikirimkan oleh teman, mungkin kamu bisa memakluminya. Namun, beda ceritanya jika ini chat yang bersinggungan dengan urusan kantor. Bisa-bisa kamu jadi overthinking.
Menurut Pattie Ehsaei, pemilik akun TikTok Duchess of Decorum yang mengajarkan literasi keuangan dan kesopanan di tempat kerja, mengirimkan pesan yang “menggantung” seperti itu merupakan tindakan yang kurang tepat.
Baca Juga: 8 Kota Kuliner di Asia yang Sering Terlupakan, Tebak Kota Besar di Indonesia yang Masuk Daftar!
“Semua komunikasi di tempat kerja harus memiliki agenda dan tujuan yang jelas, baik dalam memberikan informasi atau konteks yang cukup bagi penerima untuk membalasnya,” ujarnya.
Jika kamu hanya mengirim pesan dengan menuliskan nama penerimanya saja, ini bisa membuat si penerima bingung mengapa orang tersebut memanggilnya. Apalagi jika sudah ditunggu lama ternyata tidak akan kelanjutannya. Maksudnya apa, sih?
Pahami budaya komunikasi asinkron
Mengirim pesan termasuk dalam komunikasi asinkron, yang biasanya ada jeda waktu sebelum penerima membalas pesan yang diterimanya.
Ini tentu saja berbeda dengan komunikasi sinkron yang mengharuskan penerimanya langsung memberikan balasan atau respon, seperti lewat telepon atau video call.
Karena ada jeda antara mengirim pesan dan menerima balasannya, pakar etiket Nick Leighton menyarankan untuk langsung menjelaskan saja apa yang kamu butuhkan dengan mengirim pesan tersebut.
Baca Juga: UMKM asal 'Kota Pala' Papua Global Spices Sukses Tembus Pasar Internasional berkat Binaan BRI
“Komunikasi manusia melibatkan banyak nuansa, yang sebagian besar hilang dalam format teks. Komunikasi sangat singkat mudah sekali memunculkan banyak interpretasi yang berbeda, yang tidak semuanya baik,” jelasnya.
Menurutnya Leighton, meski tak semua orang menganggap pesan tanpa konteks menjengkelkan, tetapi cara terbaik adalah menyampaikan tujuan kamu mengirim pesan sejak awal.
Pesan satu kata juga menimbulkan rasa cemas
Selain hanya menulis nama, pesan lain yang juga bikin penerimanya overthinking adalah balasan chat yang hanya bertuliskan “Ok” atau “Oke”.
Artikel Terkait
Dikelola dengan Prinsip Syariah, Ini Keuntungan Berinvestasi di Sukuk Tabungan ST014
Bukan Hanya Menjual Produk ke Konsumen, Ini Tanggung Jawab B2C Sales Director yang Utama
Wajar Jika Kamu Ingin Sekali Disukai Rekan Kerja, tetapi Jangan Sampai Memaksakan Diri!
Polemik Penundaan CASN 2024, BKN Usul Pendataan untuk Bantu Kembalikan Pegawai yang Terlanjur Resign
Dugaan Pemerasan ke Toko Roti, Codeblu Diperiksa Polres Metro Jakarta Selatan
Dari Arjosari, Pacitan, Gula Aren Temon Kini Sukses Menembus Pasar Global dengan Dukungan BRI
Dilema Pekerja Perempuan saat Harus Memilih: Mau Disukai atau Dianggap Kompeten?
10 Alasan Banyak Karyawan Resign dalam Waktu Bersamaan, Gaji Rendah Bukan Satu-satunya!