Pengeluaran untuk mengubah penampilan
Survei ini menunjukkan bahwa meskipun ada faktor alami dalam "pretty privilege," banyak orang juga mengusahakan agar bisa tampil menarik dengan berbagai cara.
Sebanyak 74% dari mereka yang memberi diri mereka skor 9 atau 10 mengaku mengeluarkan uang ekstra untuk perawatan dan grooming.
Baca Juga: Kalau Dipakai dengan Benar, AI Bisa Bantu Kamu Dapat Pekerjaan Lho!
Hanya mereka yang menilai dirinya 7 atau lebih yang menghabiskan lebih dari $101 (sekitar Rp1,6 juta) per bulan untuk produk perawatan kerja.
Orang dengan skor 6 ke atas menghabiskan lebih dari $500 (sekitar Rp8,1 juta) per bulan untuk pakaian dan aksesori kerja.
Hal ini menciptakan siklus: mereka yang merasa menarik cenderung lebih banyak mengeluarkan uang demi penampilan mereka, yang mungkin meningkatkan cara mereka diperlakukan di tempat kerja, lalu membuka lebih banyak peluang karier dan gaji lebih tinggi.
Apa artinya untuk dunia kerja?
Hasil survei ini memberikan banyak pelajaran tentang bias kecantikan di dunia kerja. Meskipun tidak membuktikan apakah orang sukses karena daya tarik atau karena mereka punya lebih banyak uang untuk merawat diri, jelas bahwa penampilan memiliki pengaruh besar dalam perjalanan karier seseorang.
Baca Juga: Puasa Bukan Alasan Buat Mager, Ini Cara Jitu Tetap Dapat 10.000 Langkah Tiap Hari Saat Ramadan
Bagi perusahaan, data ini menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan objektivitas dalam perekrutan dan promosi. Keputusan karier seharusnya lebih didasarkan pada kemampuan dan prestasi, bukan sekadar penampilan fisik.
Bagi karyawan, terutama yang baru memulai karier, investasi dalam penampilan mungkin bisa menjadi langkah strategis. Namun, tekanan untuk memenuhi standar kecantikan juga bisa menciptakan lingkungan kerja yang tidak adil.
Dengan hampir dua pertiga karyawan merasa terpaksa mengubah penampilan alami mereka untuk menyesuaikan diri dengan standar kecantikan di tempat kerja, mungkin sudah waktunya bagi perusahaan untuk mulai mempertimbangkan kebijakan yang lebih inklusif dan adil.
Bagaimana menurutmu? Apakah kamu pernah merasa diperlakukan berbeda di tempat kerja karena penampilan?
Artikel Terkait
7 Alasan Mengapa Marketer Harus Mengenali dan Paham Tentang Konsumen atau Audiens
Ada Lowongan Kerja Seru, Jadi Marketing Manager di Perusahaan Bir Heineken
Sejumlah Aspek Penting dan Alasan Memahami Perilaku Konsumen atau Consumer Behavior
Ada Lowongan Kerja yang Cocok untuk Anak Muda Kreatif: Industry Client Solutions Manager di TikTok
Penyebab Sakit Kepala Saat Kamu Menjalani Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya
Al-Asma'i, Pencipta Syair Tob Tobi Tob yang Pernah Kucing-Kucingan dengan Tukang Sayur
Kapan Lagi Buka Bareng BRI, Meriahkan Ramadan dengan Hiburan dan Transaksi Digital di GBK