Namun, manajer yang mengabaikan kamu justru merasa perlu untuk terlibat dalam setiap detail kecil dari apa yang kamu lakukan. Ini disebut dengan micromanager.
Sikap ini akan membuat kamu merasa seperti tidak dapat menyelesaikan pekerjaan semudah apa pun sehingga kamu jadi mempertanyakan kemampuan diri sendiri.
Mita Mallick, penulis Fast Company, menjelaskan bahwa salah satu alasan manajer melakukannya adalah tidak siap untuk memimpin atau tidak menerima pelatihan yang diperlukan untuk melakukannya.
Untuk menghindarinya, Mallick merekomendasikan kepada manajer untuk tidak bertindak sebagai "manajer helikopter" dan memberi karyawan kebebasan untuk bekerja.
Manajer yang baik akan menunjukkan kepedulian
Meski ada manajer yang buruk, tetapi tidak sedikit yang baik.
Saat mencari pekerjaan, jadikan ini prioritas, jika memungkinkan. Usahakan untuk mengenal orang yang akan menjadi manajer langsung kamu.
Ini akan memungkinkan kamu untuk mengetahui apakah orang tersebut akan cocok atau tidak serta benar-benar peduli atau tidak dengan kamu, pekerjaan kamu, dan kesejahteraan diri kamu. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Para Pimpinan, Ini Cara Bikin Gen Z atau Generasi Z Betah di Kantor
Tak Hanya Membantu Pekerjaan, Peran AI pada Manajer Muda Disebut Bisa Membantu Jadi Pemimpin yang Baik
4 Kesalahan Seorang Manajer Yang Gagal Dalam Mendelegasikan Tugas Kepada Anak Buah
Manajer Harus Waspada dengan Fenomena Soft Quitting. Amati Gejala-Gejalanya!
Seorang Manajer Wajib Memahami 10 Tipe Kepribadian Karyawan Ini Agar Kerja Tim Menjadi Efektif
Kenali 4 Gaya Komunikasi Pemimpin yang Mungkin Sering Kamu Temui, Hayo... Jangan Baper Dulu!
Karyawan Menolak Naik Jabatan dan Jadi Pemimpin Sedang Tren. Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?