PejuangKantoran.com - Di mana kamu melihat diri sendiri dalam 10 tahun ke depan? Kamu mungkin pernah, atau bahkan sering, mendapatkan pertanyaan semacam ini.
Mungkin kamu sudah memiliki jawabannya. Namun, jika tidak atau belum punya, kamu mungkin merasa “harus” memilikinya.
Inilah yang diajarkan kepada banyak orang sebagai cara terbaik dan paling strategis untuk menavigasi karir dengan sukses.
Baca Juga: Anugerah Avirama Nawasena, Pengakuan atas Komitmen BRI Menciptakan Budaya Kerja yang Inklusif
Meski tidak salah, tetapi jika kamu merasa stagnan, tidak puas, atau tidak terhubung dengan pekerjaan, bahkan ketika kamu telah melakukan semua yang “seharusnya” dilakukan, maka kemungkinan besar rencana 10 tahun tersebut yang jadi penghambat.
Jalur karier linier
Disebut juga dengan destinational approach atau pendekatan tujuan, faktanya pendekatan yang berorientasi pada hasil akhir dalam karier ini, telah membuat banyak orang mengalami kegagalan.
Pendekatan ini menganjurkan kamu untuk menetapkan tujuh hidup kamu, membuat rencana 10 tahun, lalu menentukan bagaimana cara memulainya.
Terdiri atas tangga-tangga pendakian dan jalur karier linier yang telah ditentukan sebelumnya, kamu diharuskan untuk bisa menginstruksikan dengan tepat ke mana kamu harus melangkah dan bagaimana akan sampai di sana, bahkan sebelum memiliki pengalaman menjalaninya.
Secara abstrak, Destinational Living adalah ide yang indah karena kamu jadi percaya bahwa dunia dan masa depan dapat diandalkan dan diprediksi.
Baca Juga: Isi 3 Pasal dalam RUU TNI yang Diubah dan Sudah Disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI
Seandainya saja itu benar karena masalahnya adalah kamu tidak dapat merekayasa kehidupan yang akan terjadi di depan.
Rencana 10 tahun
Masalah pertama dengan pendekatan tujuan ini adalah bahwa kamu tidak bisa memilih tujuan yang selaras dan bisa memuaskan untuk diri kamu sendiri di masa depan. Padahal, itu yang menjadi dasar keberhasilan seluruh rencana 10 tahun yang dimiliki.
Kemampuan kamu untuk menetapkan tujuan sangat terbatas karena tidak dapat memprediksi masa depan. Kamu sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi dan seperti apa dunia ini dalam 10 tahun ke depan.
Artikel Terkait
Terampil Dalam Literasi Data Itu Penting. Berikut Ini Cara Meningkatkan Keterampilannya!
Makan Nasi Putih Berisiko Diabetes Tipe 2? Tenang, Ada 4 Jenis Beras Lain yang Lebih Sehat!
Jepang Kekurangan 500.000 Tenaga Kerja di Sektor Pariwisata, Pekerja Asing Diundang Masuk!
Ini 3 Substansi yang Diatur dalam RUU TNI yang Telah Disetujui DPR untuk Menjadi UU
3 Layanan E-Channel BRI yang Jadi Andalan Nasabah untuk Transaksi Keuangan selama Libur Lebaran
10 Cara Praktis yang Membuatmu Bisa Tidur Kembali dengan Baik Saat Terbangun Tengah Malam
Jangan Sepelekan Kualitas Tidur yang Baik, Karena Saat Tidur Inilah Yang Terjadi Pada Tubuh Kita!