Pejuangkantoran.com - Burnout sepertinya sudah menjadi hal yang umum terjadi di dunia kerja.
Berdasarkan Indeks Tren Kerja 2022 dari Microsoft, sebanyak 48% karyawan dan 53% manajer mengaku mengalami burnout saat bekerja.
Meski begitu, burnout bukan sekadar rasa capek atau stres yang umum dirasakan. Ada beberapa jenis yang bisa muncul, tergantung dari kondisi pekerjaan dan pribadi.
Para ahli menyebutkan bahwa mengenali jenis burnout yang dialami sangat penting agar cara mengatasinya bisa lebih sesuai.
Burnout karena jenuh atau kehabisan energi
Salah satu jenis burnout terjadi saat merasa bosan dan sudah tidak tertarik lagi dengan pekerjaan yang sedang dijalani.
Kondisi ini biasanya muncul saat terlalu lama menjalani tugas yang sama hingga merasa tidak ada lagi tantangan.
Baca Juga: Posisi Pekerjaan Ini Ternyata Bikin Kamu Berisiko Tinggi Jadi Burnout
Ini sering disebut sebagai disengagement atau keinginan untuk beralih ke peran maupun pekerjaan yang berbeda.
Jenis burnout lainnya muncul ketika tubuh dan pikiran benar-benar lelah.
Energi terkuras habis, bahkan sampai memengaruhi kehidupan pribadi, hubungan dengan orang sekitar, dan kesehatan mental.
Pada situasi seperti ini, rasa lelah tidak semata berasal dari tugas pekerjaan, tetapi juga bisa dipicu oleh beban kerja yang berlebihan, jam kerja yang terlalu panjang, atau adanya konflik dengan rekan maupun atasan.
Tinjau ulang alasan kamu bekerja
Untuk memahami lebih jauh jenis burnout yang dirasakan, penting untuk mengevaluasi kembali alasan awal memilih pekerjaan tersebut.
Artikel Terkait
Hati-hati, Orang yang Perfeksionis Cenderung Mudah Mengalami Burnout!
Kamu Juga Bisa Merasa Burnout Ketika Gagal Terus Saat Mencari Pekerjaan
Cara Menolak Pekerjaan Tambahan di Kantor yang Bisa Bikin Kamu Burnout
Bisakah Karyawan Mengambil Cuti Sakit karena Burnout, dan Kapan Waktu Terbaik untuk Cuti?
Salah Satu Penyebab Burnout: Ketika Pekerjaan Dianggap sebagai Identitas dan Prestise
Perusahaan Tak Bisa Diam Saja Ketika Karyawan Mengalami Burnout, Ini yang Bisa Mereka Lakukan!