Menuliskan hasil refleksi di atas kertas bisa membantu menata pikiran dan mempermudah dalam memahami penyebab utama dari masalah yang sedang dialami.
Beberapa hal penting yang bisa dicatat adalah alasan memilih pekerjaan yang sedang dijalani saat ini, momen ketika semangat terhadap karir terasa tinggi, kondisi ketika mulai kehilangan semangat atau merasa frustasi, serta harapan dalam satu tahun ke depan.
Dari jawaban itu, bisa terlihat lebih jelas apakah pekerjaan yang dijalani saat ini sesuai dengan ekspektasi awal atau sudah berubah.
Apalagi deskripsi pekerjaan tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perubahan tugas inilah yang bisa menimbulkan stres karena tidak sesuai dengan ekspektasi awal.
Baca Juga: Jadi People Pleaser di Kantor Bisa Bikin Kamu Burnout, Ini Cara untuk Menghentikannya!
Mulai dari mengenali masalah
Setelah memahami penyebab burnout, langkah awal yang penting dilakukan adalah mengkomunikasikan kondisi ini kepada atasan langsung.
Sampaikan dengan jelas tentang kondisi yang dirasakan, beban tugas yang dialami, dan hal-hal yang bisa memulihkan semangat kerja untuk mendapatkan solusi yang lebih efektif.
Ada kemungkinan diperlukan penyesuaian beban kerja atau perubahan peran agar lebih selaras dengan minat dan kemampuan.
Ketika atasan melihat bahwa perubahan ini juga menguntungkan tim dan perusahaan, kemungkinan besar dukungan akan diberikan.
Ini karena jika kamu bersemangat dengan perannya, performa kerja pun akan meningkat secara alami. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Hati-hati, Orang yang Perfeksionis Cenderung Mudah Mengalami Burnout!
Kamu Juga Bisa Merasa Burnout Ketika Gagal Terus Saat Mencari Pekerjaan
Cara Menolak Pekerjaan Tambahan di Kantor yang Bisa Bikin Kamu Burnout
Bisakah Karyawan Mengambil Cuti Sakit karena Burnout, dan Kapan Waktu Terbaik untuk Cuti?
Salah Satu Penyebab Burnout: Ketika Pekerjaan Dianggap sebagai Identitas dan Prestise
Perusahaan Tak Bisa Diam Saja Ketika Karyawan Mengalami Burnout, Ini yang Bisa Mereka Lakukan!